
Ali Musthafa, orang yang menjadi pemandu wisata menjelaskan detik-detik saat Juliana Marins terjatuh di Gunung Rinjani. (Youtube Densu)
JawaPos.com - Ali Musthafa selaku pemandu wisata di Gunung Rinjani sempat turun, setelah cukup lama menunggu Juliana Marins yang tak kunjung naik saat berada di track kedua. Dia pun dengan cepat turun dan langsung ke tempat Juliana beristirahat.
Betapa kaget Ali Musthafa ketika dia tidak lagi melihat Juliana Marins di tempat peristirahatannya.
Setelah melihat ke jurang yang lokasinya tidak jauh dari tempat istirahat, Ali melihat ada sinar senter lampu yang memang digunakan Juliana.
Ali Musthafa langsung berteriak kencang mencari Juliana Marins. Dari dalam jurang, dia mendengarkan suara perempuan asal Brasil tersebut berteriak minta tolong.
"Dia jawab, 'help me' dari bawah. Dia minta tolong. Saya selalu stay di sana. Saya kasih semangat untuk Juliana jangan bergerak," kata Ali Musthafa dalam podcast Denny Sumargo.
Teriakan minta tolong Juliana Marins ternyata merupakan kata-kata terakhirnya sebelum akhirnya dia meninggal dunia di jurang Gunung Rinjani.
Jatuh dari ketinggian ratusan meter membuat tubuh Juliana mengeluarkan darah dan mengalami luka yang cukup serius, sampai akhirnya dia meninggal dunia.
Ali Musthafa mengaku sempat bertemu dengan keluarga Juliana Marins, yaitu ayah, kakak laki-laki dan saudara perempuannya. Mereka tampak sangat sedih dan terpukul karena Juliana Marins meninggal dunia.
"Untuk pertama kalinya mereka marah. Mereka bilang, 'kamu telah membunuh anak saya, kamu telah membunuh saudara perempuan saya'," tutur Ali menirukan perkataan mereka.
Disebut sebagai pembunuh Juliana Marins, Ali hanya diam dan minta maaf. Dia juga hanya bisa menjelaskan tentang kronologi jatuhnya Juliana ke jurang yang kemudian membuatnya meninggal dunia.
Pada saat Ali dan tim memberikan tas milik Juliana Marins ke pihak keluarga, mereka tampak sudah mulai ikhlas dan memaafkan Ali. "Saat kita serahkan tasnya, keluarganya bilang saya akan cek tasnya dan kita akan baik-baik saja. Kakaknya bilang begitu," imbuhnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
