Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Mei 2023 | 00.35 WIB

Bahlil Bidik Investasi EBT dan Pembangunan Rumah Sakit dari Arab Saudi

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman (BKPM) Bahlil Lahadalia saat bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid A. Al-Falih. (Istimewa) - Image

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman (BKPM) Bahlil Lahadalia saat bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid A. Al-Falih. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid A. Al-Falih di Riyadh, Arab Saudi pada Kamis (11/5) waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas mengenai kerja sama terkait investasi antara kedua negara khususnya dalam hal energi terbarukan (EBT) dan pembangunan rumah sakit.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia sangat terbuka untuk investasi, khususnya dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau yang menggunakan energi dan industri hijau. Kami memulai dengan hilirisasi sumber daya mineral. Ini adalah peluang besar, dan saya ingin ada investasi bersama antara Arab Saudi dengan Indonesia,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Jumat (12/5).

Bahlil menjelaskan, dalam diskusi tersebut dirinya menyebut bahwa Indonesia sejak empat tahun lalu telah memulai hilirisasi di sektor pertambangan dengan diawali pelarangan ekspor bijih nikel. Adapun mulai tahun ini, beberapa komoditas sumber daya mineral seperti bauksit, konsentrat tembaga, dan timah juga akan dilarang untuk diekspor.

"Hal tersebut sebagai upaya Pemerintah Indonesia dalam mendorong hilirisasi sumber daya mineral," jelasnya.

Menteri Khalid menyambut baik usulan Menteri Bahlil dan menyatakan bahwa Arab Saudi telah memiliki hubungan yang erat dan baik dengan Indonesia, baik hubungan ekonomi maupun diplomatik.

Tak lupa, Khalid juga mengapresiasi upaya Indonesia dalam melakukan transformasi ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam sehingga mengurangi ketergantungan terhadap komoditas mentah.

Lebih lanjut, kedua menteri juga sepakat bahwa kerja sama investasi antara kedua negara masih belum sesuai dengan potensi yang ada dan dapat ditingkatkan lagi.

“Arab Saudi siap untuk menjajaki peluang kerja sama investasi dengan Indonesia, khususnya terkait dengan energi terbarukan dan pembangunan rumah sakit. Hasil pertemuan ini akan kami tindak lanjuti untuk kemudian dituangkan dalam bentuk yang lebih konkret sehingga semakin mendorong realisasi investasi asal Arab Saudi di Indonesia,” ujar Khalid.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi asal Arab Saudi dalam periode 2018 hingga triwulan I/2023 mencapai USD 26,5 juta, tidak termasuk investasi pada sektor keuangan dan hulu migas.

Sektor tersier tercatat mendominasi dengan total senilai USD 24,78 juta atau 94 persen dengan capaian tertinggi oleh sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran senilai USD 16,93 juta atau sebanyak 64 persen dari total nilai investasi Arab Saudi di Indonesia.

Rinciannya, Provinsi Bali menjadi lokasi utama realisasi investasi Arab Saudi dengan capaian sebesar USD 10,3 juta (39 persen), diikuti oleh Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, dan Kalimantan Timur dalam periode 5 tahun terakhir. Data 10 tahun terakhir, periode 2013-triwulan I 2023 menunjukkan bahwa total investasi dari Arab Saudi sebesar USD 64,6 juta yang berasal dari 423 proyek.

Sumber foto: Istimewa


Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman (BKPM) Bahlil Lahadalia saat bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid A. Al-Falih

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore