
Tim Disaster Victim Identification (DIV) Polda Jatim mengidentifikasi jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. (Dokumentasi Radar Banyuwangi)
JawaPos.com - Identitas satu jenazah berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan Tim SAR gabungan pada Minggu pagi (6/7) kemarin, akhirnya terungkap. Ia adalah I Kadek Oka, 51 tahun.
Warga Desa Banjarangkat, Kecamatan Banjarangat, Kabupaten Klungkung, Bali tercatat sebagai salah satu penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali.
Kasubdit Dokpol Polda Jatim, AKBP Adam Bimantoro mengatakan Tim Disaster Victim Identification (DIV) berhasil mengidentifikasi jenazah dengan kesesuaian data primer dan data sekunder.
Data primer, dalam hal ini adalah pemeriksaan sidik jari dan rekam gigi. Sementara data sekunder, adalah terkait terkait ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan (kaos biru dan celana pendek berwarna coklat).
"Jenazah atas nama I Kadek Oka berjenis kelamin laki-laki, berusia 51 tahun,’’ ujar AKBP Adam dalam konferensi pers Posko DVI Biddokkes Polda Jatim di RSUD Blambangan, Senin (7/7).
Lebih lanjut, AKBP Adam mengungkapkan bahwa korban memiliki ciri-ciri berwajah bulat, berambut botak, berkumis dan berjenggot, memiliki rambut lurus beruban, daun telinga melengkung ke depan, serta tidak dikhitan.
”Saat ini tim DIV masih mengidentifikasi satu korban lain yang ditemukan (nelayan) di perairan wilayah Kecamatan Muncar, pada Minggu sore. Hasil identifikasi akan diumumkan setelah korban ditemukan,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama mengatakan bahwa proses identifikasi dilakukan menyeluruh, mulai dari pengambilan data primer hingga pemeriksaan ciri-ciri fisik dan properti korban.
“Pemeriksaan antemortem memperkuat hasil identifikasi. Jenazah (korban KMP Tunu Pratama Jaya) yang telah terkonfirmasi akan segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” tutur Kombes Pol Rama.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Berdasarkan data manifest, saat peristiwa nahas tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Pada hari pertama pencarian, Tim SAR berhasil mengevakuasi 36 orang. Sementara pada hari kedua hingga hari ketiga, hasil operasi pencarian nihil, tim SAR hanya menemukan barang-barang yang diduga milik korban.
Kemudian pada operasi keempat, Minggu (6/7), upaya yang dilakukan tim SAR gabungan mulai membuahkan hasil. Satu jenazah laki-laki ditemukan pada Minggu pagi, dan dua jenazah ditemukan pada Minggu sore.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
