
Pasangan peserta nikah massal Kemenag di Masjid Istiqlal (28/6) di Jakarta. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut biaya menikah di Indonesia terbilang mahal. Menurut hitungannya, minimal dibutuhkan biaya Rp 5 juta bagi seseorang untuk melangsungkan pernikahan.
Bagi kelompok masyarakat tertentu, jumlah tersebut memberatkan dan berpotensi memicu munculnya pernikahan yang tidak tercatat resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).
Sorotan terhadap biaya nikah itu disampaikan Nasaruddin usai mengikuti Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas di Jakarta pada Jumat (4/7).
"Kalau nggak ada uang Rp 5 juta, susah melakukan perkawinan," ujarnya. Meskipun pencatatan nikah bisa dilakukan di KUA dan gratis, namun perlu ongkos untuk keperluan lainnya. Seperti menyiapkan hidangan, seserahan, tata rias, dan kebutuhan lainnya.
Data Kemenag menyebutkan, dalam setahun ada 1,4 jutaan kasus pernikahan resmi di KUA. Dengan demikian, ada 2,8 juta orang mempelai laki-laki dan perempuan yang menikah. "Perputaran uangnya triliunan itu," kata Nasaruddin.
Mahalnya biaya nikah bagi sebagian orang, lanjut Nasaruddin, membuat layanan nikah massal gratis yang Digelar Kemenag diserbu masyarakat. "Dari pada kumpul kebo," katanya.
Tidak hanya pencatatan nikahnya yang gratis. Tetapi biaya lain seperti make-up, busana, seserahan, mas kawin, hiasan untuk foto juga ditanggung. Kemudian diberikan layanan menginap gratis di hotel, serta diberi modal usaha Rp 1,5 juta per pasangan.
Nasaruddin menegaskan, menikah secara resmi di KUA sangat penting. Pasangan yang hidup serumah tapi tidak melangsungkan pernikahan biasanya disebut kumpul kebo.
Nasaruddin menjelaskan tanpa nikah resmi di KUA, si anak tidak bisa mempunyai akta lahir. Berikutnya, tidak bisa memiliki KTP dan membuat paspor untuk pergi haji.
Data dari Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) ada 34,6 juta pasangan yang kumpul serumah tapi tidak punya buku nikah.
Dia menyampaikan nikah massal gratis itu salah satu agenda Ditjen Bimas Islam Kemenag menyemarakkan Tahun Baru Muharram 1447 Hijriyah. Selain itu Kemenag juga menggelar santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas.
Total dana yang terkumpul dari perwakilan Kemenag seluruh Indonesia mencapai Rp 309 miliar. Dana itu disalurkan untuk 2 jutaan anak yatim dan penyandang disabilitas.
Raihan terbesar dicetak oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Barat beserta jajaran di bawahnya sebesar Rp 128 miliar lebih. Dana itu disalurkan untuk 246.214 anak yatim dan 8.373 penyandang disabilitas.
Disusul Kanwil Kemenag DKI Jakarta dengan jumlah Rp 38 miliar. Didistribusikan untuk 100.121 anak yatim dan 3.969 penyandang disabilitas.
"Tadi saya sengaja memanggil beberapa anak. Benar apa tidak anak yatim," tuturnya. Beberapa anak mengatakan bapaknya sedang menunggu di surga.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
