KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengukuhkan Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh sebagai komandan pertama KRI Brawijaya-320. (TNI AL)
JawaPos.com - TNI AL mendapat tambahan kapal perang baru dari Kementerian Pertahanan (Kemhan). Kapal tersebut sudah diterima oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Italia pada Rabu (2/3). Dari Italia, kapal tersebut akan berlayar ke Indonesia untuk memperkuat Komando Armada (Koarmada) II yang bermarkas di Surabaya.
Karena itu, sebelum melakoni pelayaran perdana dari Italia ke Indonesia, Laksamana Ali mengukuhkan komandan KRI Brawijaya-320 di Italia. Dia menunjuk Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh sebagai komandan pertama kapal perang berjenis Offshore Patrol Vessels atau Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) itu.
Di bawah Koarmada II, KRI Brawijaya-320 akan bergabung dalam Satuan Kapal Eskorta. Laksamana Ali menyambut baik kehadiran kapal perang modern buatan Fincantieri tersebut. Dia yakin kapal itu tidak hanya memperkuat TNI AL, melainkan bakal mampu menjalankan tugas dalam misi patroli dan pengawasan perairan Indonesia dengan baik.
”Kapal perang ini sangat tepat dimiliki oleh Indonesia yang memiliki wilayah laut yang sangat luas,” terang Laksamana Ali.
KRI Brawijaya-320 dibelaki spesifikasi mumpuni sebagai kapal perang modern yang bisa digunakan menjadi kapal frigate. Dengan desain yang menitikberatkan pada fleksibilitas, modularitas dan skalabilitas, kapal tersebut memungkinkan dikonfigurasi untuk memenuhi persyaratan teknis dan peran operasional Angkatan Laut modern. Sehingga kapal itu bisa dipakai sebagai frigate.
Kapal perang tersebut dibangun dengan panjang mencapai 143 meter, dibekali kemampuan berlayar dengan kecepatan maksimal 32 knot, dan bisa membawa 171 awak atau kru. Oleh TNI AL, kapal tersebut akan diandalkan sebagai kapal fregat dengan kemampuan khusus peperangan anti serangan udara atau anti air warfare (AAW).
Selain itu, KRI Brawijaya-320 juga dilengkapi sistem navigasi modern dan combat system yang terintegrasi. Combat system itu mencakup kontrol combat management system (CMS), sensor, senjata, komunikasi, dan navigasi sistem yang terhubung melalui jaringan kecepatan data tinggi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
