
Ilustrasi Pacu Jalur yang viral. (Instagram @om.robbb)
JawaPos.com - Media sosial kini tengah terpukau oleh sebuah tradisi penuh adrenalin dan warisan budaya yang kaya dari Riau, Indonesia: Pacu Jalur.
Balapan perahu tradisional tersebut viral karena aksi penarinya diposting oleh akun TikTok klub sepak bola Paris Saint-Germain (PSG).
Tradisi ini bukan sekadar lomba perahu biasa, melainkan pesta rakyat yang menyatukan sejarah, seni, dan semangat kebersamaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dan kini menjadi sorotan global.
Apa Itu Pacu Jalur?
Pacu Jalur adalah lomba dayung tradisional yang digelar di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dengan perahu kayu besar, yang disebut 'jalur' karena mampu menampung hingga 60 orang pendayung.
Namun jangan bayangkan perahu biasa, karena jalur ini dihiasi ukiran-ukiran megah berbentuk kepala ular, harimau, hingga buaya, lengkap dengan payung adat, selendang warna-warni, dan tiang-tiang tinggi menjulang. Sungguh bak parade seni di atas air.
Tradisi Pacu Jalur berakar dari abad ke-17, ketika masyarakat Rantau Kuantan masih bergantung pada sungai sebagai jalur utama transportasi.
Jalur kala itu digunakan untuk mengangkut hasil bumi seperti pisang dan tebu, bahkan mampu membawa puluhan orang sekaligus.
Namun seiring waktu, jalur tak lagi sekadar alat transportasi, ia menjelma jadi simbol status sosial, dengan hiasan indah yang hanya boleh digunakan oleh kaum bangsawan dan datuk setempat.
Sekitar 100 tahun kemudian, masyarakat mulai menggelar lomba balap antar jalur, memicu lahirnya tradisi Pacu Jalur seperti yang kita kenal sekarang.
Awalnya digelar untuk merayakan hari besar Islam, tradisi ini kemudian bergeser menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan RI setiap bulan Agustus.
Saat hari Pacu Jalur tiba, Kota Teluk Kuantan berubah total. Jalanan macet, penginapan penuh, dan ribuan perantau mudik ke Kuansing hanya untuk menyaksikan adu cepat jalur-jalur terbaik.
Lebih dari 100 tim jalur biasanya berpartisipasi, lengkap dengan yel-yel membakar semangat, musik tradisional, dan dentuman meriam yang menandai dimulainya lomba.
Sejak pertama kali dilombakan secara formal pada 1903, Pacu Jalur kini menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Riau. Bahkan di masa penjajahan Belanda, tradisi ini digunakan untuk memeriahkan hari ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina.
Kini, acara ini tidak hanya menyedot wisatawan lokal, tapi juga mulai mencuri perhatian wisatawan mancanegara.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
