Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 19.37 WIB

Presiden Prabowo Ingin Bangun Sekolah Unggul, Indonesia Dinilai Butuh Pemimpin Muda Untuk Masa Depan

Pelaksanaan Kader Bangsa Fellowship Program atau KBFP Angkatan ke-10 di Jakarta. (Istimewa). - Image

Pelaksanaan Kader Bangsa Fellowship Program atau KBFP Angkatan ke-10 di Jakarta. (Istimewa).

JawaPos.com — Upaya menciptakan pemimpin-pemimpin muda terus dilakukan. Kader Bangsa Fellowship Program atau KBFP Angkatan ke-10 dilaksanakan di Jakarta sebagai langkah konkret mewujudkan hal itu.

Program ini diikuti oleh 37 pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan dibuka oleh Course Leader, yang juga Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho. Para peserta adalah pemimpin muda dari berbagai profesi dan lintas aktivitas, termasuk lintas partai politik, akademisi, ekonom, peneliti, profesional, kepala daerah anak muda, anggota legislatif muda, ASN, hakim, aktivis kepemudaan, keagamaan, masyarakat sipil, entrepreneur, pegiat literasi, budaya, jurnalis dan lingkungan hidup.

Acara yang berlangsung empat hari ini diisi oleh pemateri dari kalangan pejabat negara. Seperti Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko; Staf Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan; Teten Masduki, mantan Menteri Koperasi Dan UMKM periode 2019-2024; Staf Khusus Menko Perekonomian, Raden Pardede; Direktur Eksekutif Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari; pengusaha nasional yang juga Menko Kesejahteraan Rakyat (2005-2009), Aburizal Bakrie; sampai pegiat hukum dan HAM, Haris Azhar.

Staf Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan merespon positif program KBFP telah berjalan secara konsisten. Menurutnya, program ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.

“Presiden Prabowo berkomitmen untuk menghadirkan sekolah-sekolah unggul di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi besar peningkatan SDM nasional,” ujar Dirgayuza, Kamis (29/5).

Sementara itu, Course Leader Kader Bangsa Fellowship atau KBFP, Dimas Oky Nugroho menyatakan, tujuan pelatihan singkat dan pertemuan pemimpin muda ini adalah untuk mempersiapkan generasi-generasi muda Indonesia sebagai calon pemimpin publik.

"Kita semua, tak hanya pemerintah, harus lebih serius dan saling bekerja sama mempersiapkan kapasitas dan integritas anak-anak muda Indonesia untuk kelak menjadi pemimpin publik dan memimpin di berbagai sektor. Pelatihan ini secara konsisten alhamdulillah telah diinisiasi secara independen sejak 2011, meningkatkan kesadaran kebangsaan dan menjahit jejaring pemimpin muda," ungkap Dimas.

Dimas menjelaskan, para alumni Kader Bangsa Fellowship saat ini telah membentuk sekitar seribu lebih jejaring pemimpin muda nasional, berkiprah di berbagai bidang, mulai dari menteri, kepala daerah, anggota legislatif, pemimpin kampus, media, organisasi masyarakat sipil, birokrat, sampai pengusaha dan tokoh publik.

"Prosesnya rekrutmen memang dilakukan selektif, yakni kiprah dan karakter calon peserta Kader Bangsa Fellowship akan sangat menjadi perhatian tim seleksi independen yang terdiri sejumlah pakar. Prinsip kita adalah mengumpulkan para pemimpin muda ini dalam satu semangat besar, mari mencintai dan membangun negara ini secara guyub dan produktif," ucapnya.

"Terlebih era geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia butuh anak-anak bangsa yang berkarakter, bervisi dan berinisiatif baik. Berbeda boleh, beraktivitas positif harus, tapi untuk kepentingan nasional kita harus guyub dan progresif," pungkas Dimas.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore