
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal bahwa Prabowo terlalu sering ke luar negeri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com – Istana Kepresidenan melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurut Qodari, pemerintah menghargai setiap masukan yang diberikan, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.
"Kita terimakasih atas masukan dan saran ya, apalagi memang kalau relevan," kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5).
Qodari menegaskan, setiap perjalanan luar negeri Presiden selalu melalui pertimbangan yang matang. Salah satu aspek utama yang menjadi dasar pengambilan keputusan adalah manfaat yang dapat diperoleh Indonesia dari kunjungan tersebut.
"Pasti azas manfaat menjadi suatu yang utama bagi presiden dalam mengambil langkah-langkah, termasuk soal ke luar negeri. Manfaat itu dalam pengertian untuk bangsa dan negara," tegasnya.
Ia juga menjelaskan mengenai kunjungan Presiden Prabowo ke Paris, Prancis, yang berlangsung selama empat hari pada 26–29 Mei 2026. Menurutnya, sejak awal agenda resmi yang disusun pemerintah hanya mencakup kunjungan ke Prancis dan tidak pernah mencantumkan negara lain.
“Sejak awal, tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis. Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah,” ujar Qodari.
Qodari menyebut kunjungan kenegaraan tersebut telah diumumkan jauh hari sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Dengan demikian, pertemuan antara Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bukan agenda yang disusun secara mendadak.
“Kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri kita, Pak Sugiono, bahkan semenjak tanggal 22 April 2026,” tuturnya.
Menurut Qodari, lawatan tersebut juga merupakan kunjungan balasan atas kedatangan Macron ke Indonesia pada 2025. Selain itu, kedua negara tengah membahas sejumlah agenda kerja sama strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
