
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5). (Setpres)
JawaPos.com - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis dinilai syarat akan melindungi kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global. Terutama dalam aspek pertahanan dan ekokomi.
"Misalnya, terkait IEU CEPA dan (kerja sama) dewan ekonomi antara KADIN dan kamar dagang Prancis. Hal ini berarti Indonesia secara resmi mengingingkan Prancis melakukan investasi di berbagai bidang di Indonesia," kata Pengamat Hubungan Internasional, Subhan Yusuf kepada wartawan, Sabtu (30/5).
Prancis dinilai memiliki posii strategis bagi Indonesia. Dari aspek pertahanan, Indonesia diketahui sebagai pemakai produk Prancis seperti pesawat Rafale, kapal selam Scorpene, dan teknologi persenjataan lainnya. Prancis juga menjadi satu-satunya negara nuklir di Uni Eropa.
"Jika Indonesia-Prancis erat, tentu sangat bagus buat Indonesia. Karena meski bukan negara hagemoni ekonomi, tetapi untuk teknologi militer, Prancis sangat mumpuni," imbuhnya.
Intensitas kunjungan Prabowo ke Prancis dinilai menjadi sinyal bahwa pimpinan negara sedang memperkuat hubungan diplomatik. Apalagi kunjungan sudah terjadi 4 kali selama Prabowo menjabat.
Selain itu, ada faktor kepercayaan tinggi (high trust) diplomasi. Juga ada agenda penguatan kapasitas militer guna memenuhi Minimum Essential Force (MEF), termasuk hilirisasi via IEU CEPA.
"Saya artikan sebagai upaya mempererat hubungan, yang tentunya berlangsung dalam gestur dua arah, dalam arti setara, tidak ada yang subordinatif. Hal ini penting dicatat, karena menjadi berbeda jika banyak kunjungan, tapi tidak dalam posisi yang egaliter setara, baik secara postur diplomatis maupun secara outcome yang dihasilkan," jelasnya.
Sejauh ini, kata Subhan, Prabowo telah berhasil membangun kedekatan dengan para pemimpin global. Tujuannya tentu saja demi kepentingan nasional Indonesia.
"Presiden Prabowo sedang mengemban tugas demi kepentingan nasional Indonesia, dengan approach yang sangat kalkulatif, karena berhasil mempresentasikan gestur persahabatan dan perdamaian langsung kepada global leader dari berbagai blok, misalnya BRICS bersama Rusia dan China, dengan AS melalui hubungan bilateral, dan sekarang Uni Eropa Superpower, yakni Prancis," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
