Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 23.01 WIB

Menurut Primbon Jawa, Hindari Hal-Hal Ini Sebelum Menikah Agar Acara Lancar 

Menurut Primbon Jawa, Hindari Hal-Hal Ini Sebelum Menikah Agar Acara Lancar (Roy Anditya Kusworo/Vecteezy) - Image

Menurut Primbon Jawa, Hindari Hal-Hal Ini Sebelum Menikah Agar Acara Lancar (Roy Anditya Kusworo/Vecteezy)

JawaPos.com - Menjelang pernikahan, tentu ada banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari urusan katering, baju pengantin, hingga undangan.

Tapi tahukah kamu? Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal youtube yang sering membahas tentang  primbon Jawa yakni Sabdaning Ratu, ada beberapa hal yang justru harus dihindari sebelum hari pernikahan tiba. 

Tradisi ini bukan hanya soal adat, tapi juga tentang menjaga kelancaran dan keselamatan dalam melangsungkan hajatan besar. Kalau kamu ingin pernikahanmu berjalan lancar tanpa hambatan, yuk simak dulu hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan menurut primbon Jawa berikut ini!

Pertama dan paling utama adalah, menghindari melangsungkan pernikahan pada hari-hari yang dianggap terlarang.

Dalam primbon, dikenal beberapa jenis hari yang sebaiknya dihindari, seperti hari naas diri sendiri, hari naas nabi, hari meninggalnya orang tua, dan hari meninggalnya kakek/nenek.

Jika tetap memaksakan menikah di hari-hari tersebut, dikhawatirkan bisa mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, hindari menikah di bulan-bulan yang kurang baik menurut primbon Jawa. Ada empat bulan yang dipercaya tidak cocok untuk mengadakan hajatan besar, termasuk pernikahan, yaitu bulan Suro (Muharram), Rabiul Awal (Maulud), Zulkaidah (Selo), dan Ramadan.

Bulan-bulan ini dipercaya kurang membawa keberkahan bagi pengantin baru. Sebagai gantinya, pilihlah bulan-bulan yang dianggap baik seperti Safar, Rajab, Sya'ban, atau Dzulhijjah.

Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa waktu yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi spiritual dan sosial kedua calon mempelai dan keluarganya.

Jangan sampai tergesa-gesa hanya karena alasan tren atau tekanan sosial. Apalagi kalau sampai mengabaikan restu orang tua atau menganggap enteng doa dan permohonan kepada Tuhan.

Pernikahan adalah langkah besar dalam hidup, jadi wajar saja kalau kita ingin segalanya berjalan lancar dan penuh berkah.

Menghindari hari-hari dan bulan-bulan yang tidak disarankan dalam primbon Jawa bukan berarti kita jadi terlalu percaya takhayul. Justru ini bisa jadi bentuk ikhtiar untuk memulai hidup baru dengan penuh kehati-hatian dan rasa hormat terhadap tradisi. 

Ingat, usaha maksimal dan doa adalah kunci utama dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Semoga artikel ini bisa jadi bekal berharga untuk kamu yang sedang bersiap menuju pelaminan!

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore