
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat di Kebun Binatang Surabaya (KBS) Surabaya, Rabu (7/5). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Dikenal kaya akan keanekaragaman hayati, Indonesia menghadapi tantangan pelik dalam menjaga kelestarian satwa langka, termasuk pesut Mahakam yang populasinya kian mengkhawatirkan.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan bahwa populasi pesut Mahakam, satwa endemik di Kalimantan Timur, saat ini kurang dari 50 ekor.
"Pesut mahakam ini kan dia punya karakter fisiologis. Dia akan kembali ke laut, kemudian masuk lagi ke sungai," tutur Hanif saat melakukan kunjungan kerja ke Kebun Binatang Surabaya (KBS), Rabu (7/5).
Melansir indonesia.go.id, Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) merupakan mamalia air yang hidup di sungai tawar daerah tropis. Tubuhnya tegap, lurus, dan berwarna putih keabu-abuan.
Pesut Mahakam memiliki kepala berbentuk umbi tanpa moncong, sehingga tidak mirip dengan lumba-lumba. Sirip punggungnya kecil, berbentuk segitiga membulat, dan menjadikan bentuk tubuhnya tampak unik.
Menurut Animal Diversity, panjang Pesut Mahakam berkisar 1,5-2,8 meter dan beratnya 114-135 kg. Mereka bisa hidup hingga 30 tahun, di mana organ reproduksinya matang di usia tiga tahun.
"Saat ini sungainya (habitat Pesut Mahakam) kan penuh dengan batu bara, sehingga menduk-menduk (benjol) kepalanya," imbuh Hanif yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Hanif menuturkan Pesut Mahakam masuk dalam jenis satwa yang dilindungi negara, sebagaimana UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya serta PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
"Teman-teman kehutanan sudah sangat berusaha keras, tetapi secara fisik memang sebagian binatang berada di luar taman nasional. Seperti kita katakan Pesut Mahakam," tutur Hanif.
Meski demikian, pemerintah berupaya melakukan penangkaran satwa di luar habitat aslinya. Kementerian Lingkungan Hidup juga bekerja sama dengan kebun binatang demi menjamin kesejahteraan satwa di Indonesia.
"Jangan hanya kita yang sejahtera. Kita tidak hanya boleh memanfaatkan, tetapi kita harus menjaga kesenambungan dari biodiversity kita yang ada di kebun binatang. Ini yang sedang kita sesuaikan bersama," tukas Hanif. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
