
Ilustrasi pasangan yang pamer kemesraan di media sosial (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kita semua selalu berpikir bahwa segala kehidupan yang diunggah di media sosial sangatlah rapi dan terlihat bahagia, padahal itu hanyalah sebagian kecilnya.
Media sosial menawarkan fitur yang indah, di mana setiap orang bisa update kehidupannya sesempurna mungkin. Contohnya seperti kemesraan dengan pasangan.
Tapi begitu melihat mereka tidak update kemesraannya lagi di media sosial, kita selalu heran dan bertanya-tanya, seolah-olah tidak mungkin kalau mereka putus atau bahkan bercerai.
Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Kamis (01/05), pasangan yang sering update kemesraan di media sosial lebih rentan putus, psikologi ungkap 7 hal ini untuk dijadikan pelajaran.
1. Media Sosial sebagai Platform untuk Validasi
Terkadang, media sosial menjadi kurang tentang berbagi kehidupan asli seseorang dan lebih tentang mencari validasi. Itu dapat berubah menjadi sebuah platform di mana kita mencoba melukiskan versi hidup yang sempurna, termasuk hubungan.
Ketika pasangan terus-menerus memposting tentang satu sama lain, itu mungkin bukan karena mereka jatuh cinta dengan gembira. Bisa jadi mereka mencari penegasan dari pengikut onlinenya untuk memvalidasi hubungan tersebut.
Psikologi menyarankan bahwa ketergantungan pada validasi eksternal ini mungkin merupakan indikasi dari rasa tidak aman atau ketidakpuasan yang mendasari dalam hubungan.
Seperti yang kita semua tahu, jika masalah ini dibiarkan dan tidak ditangani, berpotensi menyebabkan masalah yang lebih besar di masa depan. Itu tidak berarti bahwa setiap pasangan yang memposting tentang satu sama lain menuju masalah.
Tetapi perlu dipertimbangkan apakah postingan itu berasal dari tempat kebahagiaan sejati atau apakah itu adalah upaya untuk menutupi keretakan saja.
2. Tekanan untuk Mempertahankan Citra Digital
Itu dimulai dengan sungguh-sungguh, tetapi seiring berjalannya waktu, sesuatu berubah. Tiba-tiba ada tekanan tak terucapkan untuk mempertahankan citra pasangan yang sempurna secara online.
Kebutuhan tak henti-hentinya untuk memamerkan hubungan secara online ini lebih tentang mengesankan orang lain daripada mengekspresikan cinta kita satu sama lain.
3. Ilusi Keintiman
Sering memposting tentang hubungan di media sosial terkadang dapat menciptakan ilusi keintiman. Semburan gambar pasangan dan keterangan penuh cinta mungkin memberi kesan bahwa pasangan itu sangat terhubung.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
