
Tahun untuk Para Kelahiran Hari Sabtu, Cek Sekarang! (Freepik)
JawaPos.com - Pernah merasa hidup seperti naik-turun tanpa arah? Bisa jadi, kamu sedang berada dalam siklus kehidupan yang digambarkan dalam Primbon Jawa. Salah satu hari kelahiran yang menarik untuk dibahas adalah weton Sabtu. Bagi orang yang lahir di hari Sabtu, Primbon menyebut bahwa hidupnya dipengaruhi oleh siklus 12 tahunan, dimulai dari usia 12 tahun dan terus berputar hingga akhir hayat.
Menurut penjelasan pada salahs satu video di kanal Youtube Sabdaning Ratu, orang dengan weton Sabtu punya sifat lakuning banyu, atau seperti air: luwes, tenang, tapi juga bisa deras dan kuat saat dibutuhkan. Mereka dikenal pandai berdagang, tidak mudah menyerah, serta pekerja keras.
Namun, sayangnya, kadang mereka juga sering disalahpahami atau bahkan dibenci tanpa sebab. Justru di situlah tantangan mereka. Jika mampu menjaga watak baik dan memperbaiki sisi negatifnya, hidup mereka bisa jauh lebih baik dari yang dibayangkan.
Siklus kehidupan pertama bagi weton Sabtu dimulai dari usia 12 sampai 23 tahun. Ini adalah masa celaka atau masa sulit. Di sinilah hidup seperti penuh ujian, dari masalah ekonomi, pertemanan, sampai kehilangan arah. Lalu, saat memasuki usia 24–35 tahun, masa ini disebut masa Harjo. Pada masa ini, rezeki dan keberuntungan menghampiri. Tapi jangan salah, Harjo bukan berarti bisa santai. Justru ini adalah saatnya bekerja keras agar hasilnya bisa dinikmati jangka panjang.
Di usia 36–47 tahun, pemilik weton Sabtu masuk ke masa satruning Allah. Masa ini bisa terasa seperti doa tak didengar, harapan tak terwujud, dan usaha terasa sia-sia. Tapi justru inilah masa di mana seseorang diuji imannya. Lalu, saat menginjak usia 48 tahun hingga 71 tahun, masa keberuntungan datang kembali. Di sini, rezeki bisa mengalir lebih deras, tapi dibutuhkan kepekaan untuk bisa menangkap peluang yang datang.
Siklus ini akan terus berulang hingga akhir hayat. Maka, siapa pun yang lahir hari Sabtu perlu menyadari kapan waktunya mereka berada di masa sulit, masa makmur, atau masa ujian spiritual. Dengan begitu, mereka bisa lebih siap, baik secara mental maupun spiritual.
Sebagai penutup, Primbon Jawa tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti atau menentukan nasib secara pasti. Justru dengan memahami siklus ini, kita bisa lebih mawas diri, tahu kapan waktunya waspada, dan kapan harus lebih bersyukur. Hidup ini seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah. Tapi yang penting, kita tidak berhenti berputar dan terus berjalan menuju arah yang lebih baik.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
