Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 03.13 WIB

7 Keterampilan Langka Anak Tahun 70-an yang Membuat Mereka Tumbuh Jadi Orang Dewasa Tangguh, Mandiri, dan Selalu Punya Solusi

Ilustrasi. (Freepik) - Image

Ilustrasi. (Freepik)

JawaPos.com-Ada sesuatu yang istimewa tentang tumbuh besar di tahun 70-an. Waktu itu, hidup terasa lebih sederhana.

Anak-anak bebas berlari ke luar rumah tanpa perlu terus-menerus diawasi, belum ada gadget yang membuat mereka terpaku di layar, dan hampir semua hal harus dilakukan dengan tangan sendiri.

Tanpa disadari, masa itu mengajari generasi ini sederet keterampilan hidup yang hari ini mulai “hilang”—keterampilan yang membentuk mereka menjadi orang dewasa yang tahan banting, kreatif, dan solutif.

Dilansir dari laman Geediting.com pada Selasa, 29 April 2025, mari kita nostalgia sebentar dan lihat 7 keterampilan penting yang dipelajari anak-anak tahun 70-an, yang mungkin bisa menginspirasi kita semua untuk membangkitkan kembali semangat mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mentalitas "Do It Yourself" (DIY) yang Tangguh
Di tahun 70-an, kalau mainan rusak, pilihan utama bukan membuang lalu beli baru. Anak-anak justru langsung mencari cara untuk memperbaikinya sendiri—pakai lem, kawat, lakban, apa saja yang ada.

Spirit DIY ini tak cuma soal mainan. Mereka juga membuat permainan sendiri, memperbaiki sepeda, bahkan memasak makanan sederhana saat orang tua sibuk.

Ini semua menanamkan kebiasaan:

Menghadapi masalah tanpa panik

Berpikir kreatif mencari solusi

Merasa bangga menyelesaikan sesuatu dengan tangan sendiri

Sekarang memang gampang tinggal cari tutorial YouTube. Tapi kemampuan berpikir mandiri seperti ini tetap jadi modal penting di dunia modern yang serba cepat.

2. Bernavigasi Tanpa GPS atau Google Maps
Dulu, kalau mau ke tempat baru, yang dibawa bukan HP, tapi peta kertas besar yang dilipat-lipat.

Orang tua biasanya menandai rute dengan spidol, dan anak-anak ikut menghafal arah—"belok di toko roti", "setelah jembatan ambil kanan", begitu seterusnya.

Kalau tersesat? Ya tanya orang!

Kemampuan ini membentuk:

Kepekaan terhadap lingkungan sekitar

Kemampuan membaca tanda-tanda jalan alami

Ketahanan mental saat keadaan tidak berjalan sesuai rencana

Hari ini, saat sinyal hilang, banyak orang langsung panik. Anak-anak 70-an? Mereka justru merasa itu bagian dari petualangan.

3. Keterampilan Perbaikan Dasar
Televisi patah antena? Sepeda rantainya putus? Alat listrik mendadak mati?

Anak-anak tahun 70-an terbiasa mengutak-atik dan memperbaiki peralatan sendiri, minimal tahu dasar-dasarnya.

Mereka belajar:

Ganti sekring

Pasang ban sepeda

Perbaiki kabel yang lepas

Bukan cuma hemat uang, keterampilan ini juga mengajarkan kemandirian dan kepercayaan diri—bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan memanggil bantuan profesional.

4. Mengelola Uang Sejak Dini
Tak ada aplikasi bank digital atau dompet elektronik. Anak-anak 70-an memegang uang tunai sungguhan.

Mereka diberi uang saku mingguan dan harus pintar-pintar:

Membagi untuk jajan, menabung, atau membeli mainan impian

Memutuskan prioritas: Beli sekarang atau tahan dulu?

Merasakan sendiri sakitnya kehabisan uang sebelum minggu berganti

Pelajaran ini membentuk sikap:

Hidup sesuai kemampuan

Menghargai nilai setiap rupiah

Tidak gampang tergoda untuk belanja impulsif

Hari ini, mengajarkan anak-anak tentang uang tunai dan menabung tetap penting, agar mereka tidak tumbuh menjadi generasi “gesek dulu mikir belakangan.”

5. Memasak Makanan dari Awal
Makanan instan di tahun 70-an bukan makanan harian, tapi sesuatu yang jarang-jarang.

Biasanya, anak-anak ikut bantu di dapur:

Mengaduk adonan kue

Mengupas sayur

Memotong buah

Membumbui masakan

Memasak dari nol mengajarkan:

Kesabaran (karena makanan enak butuh proses)

Perencanaan (karena harus tahu bahan apa yang perlu disiapkan)

Kreativitas (karena seringkali bahan seadanya)

Lebih dari sekadar keterampilan, ini juga membangun koneksi emosional yang hangat dengan keluarga.

6. Berkomunikasi Tanpa Teknologi
Belum ada WhatsApp, Instagram, atau TikTok. Kalau mau ngobrol, ya:

Menelepon lewat telepon rumah

Menulis surat tangan

Datang langsung ke rumah teman

Anak-anak belajar:

Mendengarkan secara aktif

Mengutarakan perasaan dengan kata-kata

Membaca ekspresi dan bahasa tubuh

Keterampilan ini membuat hubungan mereka lebih dalam dan lebih tulus dibanding sekadar kirim emoji hari ini.

Komunikasi manusiawi seperti ini tetap jadi kunci dalam membangun hubungan pribadi dan profesional yang kuat.

7. Menikmati Kesederhanaan Hidup
Bermain di halaman belakang, membangun benteng dari kardus, menjadikan tongkat kayu sebagai pedang—itulah hiburan sejati anak-anak tahun 70-an.

Mereka tidak butuh gadget mahal atau paket liburan mewah untuk merasa bahagia.

Kesederhanaan ini:

Mengasah imajinasi

Membangun rasa syukur

Mengajarkan bahwa kebahagiaan itu sederhana

Di zaman sekarang, di mana "lebih banyak" sering dianggap "lebih baik," pelajaran tentang menghargai hal-hal kecil terasa semakin penting.

Menghidupkan kembali semangat tahun 70-an bukan berarti menolak teknologi.

Tapi ini soal mengambil yang terbaik dari masa itu:

Ketangguhan

Kemandirian

Kesederhanaan

Kecintaan terhadap proses

Bayangkan dunia di mana anak-anak tahu memperbaiki barang, sabar menunggu hasil usaha, tahu mengatur uang, dan bisa berbicara tatap muka dengan percaya diri.

Bukankah itu dunia yang lebih tangguh dan lebih berempati?

Mungkin, di tengah semua kemudahan hari ini, kita perlu mengingatkan diri sendiri: Hidup tidak harus selalu instan untuk bisa terasa lebih memuaskan.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore