Ilustrasi haji. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap data yang kontras. Dia menyebutkan lebih dari separuh atau sekitar 120 ribu jemaah Indonesia adalah perempuan. Tetapi jumlah pembimbing ibadah haji perempuan masih sangat minim. Petugas haji untuk formasi pembimbing ibadah masih didominasi laki-laki.
Menyikapi fenomena tersebut Dahnil menyampaikan konsep Haji Ramah Perempuan. Yaitu penyelenggaraan haji yang menekankan pentingnya kehadiran petugas penyelenggara ibadah haji perempuan. Gagasan itu dia sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR di Jakarta pada Selasa (29/4).
Pernyataan itu disampaikan Dahnil sebagai respons terhadap tingginya jumlah jemaah perempuan pada musim haji 2024 yang lalu. Dia mengatakan saat itu jemaah perempuan mencapai sekitar 120 ribu orang. "Yang juga menjadi konsen Badan Penyelenggara Haji itu terkait dengan petugas perempuan. Terus terang jumlah jemaah haji kita itu lebih besar jumlah perempuan," kata dia.
Menurutnya perlu ada konsep kebijakan afirmasi supaya jemaah haji perempuan mendapatkan pelayanan yang baik dan nyaman. Seperti diketahui banyak aturan fiqih haji yang sangat khas terkait perempuan. Sehingga cukup nyaman jika dibahas bersama pembimbing ibadah haji perempuan juga.
Dahnil menyoroti bahwa jumlah pembimbing ibadah perempuan masih sangat terbatas dibandingkan pembimbing laki-laki. Hal ini dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi kenyamanan dan pelaksanaan ibadah jemaah perempuan.
"Agaknya perlu mulai dipikirkan pada periode-periode penyelenggaraan haji berikutnya itu adalah petugas, khususnya pembimbing ibadah perempuan," jelasnya. Supaya kemudian para jemaah haji perempuan mendapat asistensi atau perhatian yang lebih. Tidak kemudian dibimbing oleh pembimbing laki-laki. "Mereka akan lebih nyaman apabila pembimbingnya itu perempuan," lanjutnya.
Dahnil juga menyampaikan bahwa BP Haji akan mendorong konsep Haji Ramah Perempuan dan Lansia sebagai arah kebijakan strategis ke depan. Dia menekankan bahwa penyelenggaraan haji di masa mendatang, khususnya tahun 2026, harus lebih mengafirmasi hak-hak ibadah perempuan. "Oleh sebab itu ini menjadi konsen kami di Badan Penyelenggara Haji agar pelaksanaan haji di 2026 nanti itu menjadi haji yang ramah perempuan. Bukan cuma ramah lansia seperti nomenklatur yang selama ini digunakan oleh teman-teman di PHU," tegasnya.
Selain itu, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Dahnil juga memaparkan sejumlah dukungan yang telah dilakukan BP Haji untuk persiapan penyelenggaraan haji 2025. Koordinasi telah dilakukan secara intensif bersama Kemenag melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), khususnya terkait dukungan teknis dan personel.
BP Haji juga telah menugaskan sejumlah pejabatnya untuk menempati posisi strategis di Daerah Kerja Makkah, Madinah, dan Bandara. Sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan sebelum pelimpahan penuh tanggung jawab penyelenggaraan haji pada tahun 2026. Seperti diketahui tahun ini adalah penyelenggaraan haji terakhir oleh Kemenag. Tahun depan penyelenggaraan haji sepenuhnya oleh BP Haji.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
