
Lokasi yang menjadi sasaran aksi OPM di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan. (istimewa)
JawaPos.com - Satgas Damai Cartenz terus berupaya untuk menyelamatkan dan mengevakuasi korban penembakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Yang terbaru, diduga kelompok bersenjata tersebut masih menyandera dua orang.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombespol Yusuf Sutejo menuturkan bahwa diduga terdapat dua orang menjadi sandera dari kelompok tersebut. Salah satunya diduga merupakan kepala desa atau kepala dusun. "Ini masih diduga ya," paparnya.
Kedua orang yang disandera tersebut kemungkinan besar bersama dengan para pendulang emas sebelum kejadian pembunuhan TPNPB-OPM terhadap pendulang emas. "Ya dua orang ini bersamaan dengan pendulang," ujarnya.
Menurut dia, petugas saat ini tengah mempersiapkan upaya evakuasi lainnya. Rencana ini disusun dengan keterangan dua saksi yang berhasil dievakuasi. "Dengan keterangan dua saksi, kami bisa mempersiapkan upaya evakuasi lainnya," terangnya.
Sebelumnya, Satgas Damai Cartenz terus berupaya menyelamatkan warga sipil yang menjadi sasaran pembunuhan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Terdapat delapan orang pendulang emas yang saat ini masih terpisah dan belum diketahui keberadaannya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombespol Yusuf Sutejo menuturkan bahwa petugas berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban.
Saat ini tercatat 35 orang saat mengungsi ke kampung Mabul Distrik Morowai Kabupaten Asmat, 12 orang melarikan ke Pelabuhan Longpon Distrik Dekai dan 2 orang berhasil dievakuasi ke Polres Yahukimo.
"Kami menggunakan helikopter dari lokasi yg agak jauh dari tempat kekejadian perkara," paparnya.
Masalahnya, saat ini tercatat masih ada 8 orang yang terpisah dari rombongan dan belum diketahui keberadaannya. "8 orang lainnya terpisah dari rombongan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
Sementara Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom kembali mengklaim kembali menewaskan enam pendulang emas lainnya. Satu orang dibunuh di Kali Merah, Korowai dan lima lainnya di Kali Kabur, Korowai. "Silahkan jika aparat mau mengejar, kami berada di Kota Dekai," ujarnya.
Dengan begitu, sudah 17 pendulang emas diklaim telah dibunuh TPNPB-OPM. Menurut Sebby, pendulang emas, guru, tenaga kesehatan dan PNS akan dianggap sebagai anggota TNI bila berada di wilayah konflik. "Mereka berada di wilayah konflik, mereka anggota militer," ujarnya kepada Jawa Pos.
