
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berdiskusi dengan warga saat kunjungan kerja ke Titik Nol Sabang (9/4). (Humas Kemenhut)
JawaPos.com - Setiap tahun di bulan-bulan tertentu, sekelompok burung melakukan migrasi secara massal. Indonesia yang berada di persimpangan bumi bagian selatan dan utara, menjadi salah satu rute migrasi tersebut.
Pemerintah diminta untuk menjaga kelestarian ekosistem di rute migrasi burung-burung tersebut serta tetap mempromosikannya untuk kepentingan eduwisata.
Salah satu daerah di Indonesia yang jadi rute migrasi burung adalah Titik Nol Sabang di Pulau Weh, Aceh.
Setidaknya ada 33 jenis burung yang rutin bermigrasi dan melewati Aceh. Salah satunya adalah spesies burung paruh sendok (spoonbills) yang kini tercatat tersisa 500 ekor di dunia.
Keberadaan Titik Nol Sabang yang menjadi rute migrasi burung itu menjadi perhatian Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Dia menjelaskan bahwa titik nol kilometer Sabang tidak hanya terkenal dengan keindahan bahari atau bawah laut.
Pada bulan-bulan tertentu, wilayah Sabang juga menjadi tempat burung-burung yang bermigrasi ketika musim dingin, seperti Elang Laut, Burung Kuntul, hingga Bangau.
"Ini tempat yang ikonik. Bukan hanya ikonik buat Aceh saja, tapi ikonik buat negeri ini, sangat penting bagi negeri ini secara historis," katanya saat berkunjung ke Titik Nol Sabang pada Rabu (9/4).
Sebagai informasi, titik nol kilometer Sabang sering disebut penanda geografis ujung Barat Indonesia.
Ditandai dengan tugu titik nol yang berdiri di atas tebing dan menghadap langsung ke Samudra Hindia. Secara resmi Titik Nol Sabang bernama Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Weh.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto mengaku senang dapat berkunjung ke titik nol kilometer Sabang di Aceh.
"Kunjungan kerja reses komisi IV, saya senang sekali dapat menginjakkan kaki di Titik Nol untuk pertama kalinya. Senang sekali bisa berada di sini melihat tugu yang fenomenal, mudah-mudahan bisa kembali ke sini dengan wajah yang lebih bagus lagi," ujar Titiek.
Titiek lantas menyoroti terkait waktu migrasi burung-burung yang melintasi wilayah Indonesia. Menurut dia, hal ini perlu dipromosikan lantaran menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
"Bagaimana ternyata (Sabang) sebagai tempat singgah dari migrasi burung-burung. Kemarin kita lihatnya di National Geographic saja. Ternyata itu dia mampirnya di negeri kita," katanya.
Titiek mengatakan, fenomena yang langka itu harus dipromosikan. "Kapan dia mampirnya itu kan rutin. Nah, pada saat itu dipromosikan supaya (wisatawan) bisa ke sini," tuturnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
