Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 April 2025 | 04.39 WIB

Siap-siap, Lalin di Trans Jawa Arah Jakarta Bakal Dialihkan ke Tol Cisumdawu hingga Cipularang Saat Puncak Arus Balik Lebaran

Antrian panjang mobil saat akan memasuki gerbang tol Cikampek Utama arah Jakarta, Minggu (14/4/2024). Pemerintah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way, contraflow, dan ganjil-genap untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik Lebaran 2024. - Image

Antrian panjang mobil saat akan memasuki gerbang tol Cikampek Utama arah Jakarta, Minggu (14/4/2024). Pemerintah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way, contraflow, dan ganjil-genap untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik Lebaran 2024.

JawaPos.com - Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H+5, tepatnya pada Minggu (6/4). Nantinya volume kendaraan diperkirakan bakal meningkat capai 3.95 persen jika dibandingkan dengan puncak arus balik Lebaran tahun 2024.

Guna menjaga kelancaran arus balik di jalan tol, berdasarkan diskresi kepolisian maka kendaraan di Tol Trans Jawa ke arah Jakarta yang seharusnya keluar ke Gerbang Tol Cikampek Utama melalui Jalan Tol Cipali akan dialihkan melalui Ruas Tol Cisumdawu, Padaleunyi, Cipularang, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.

"Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus balik, mengingat Jasa Marga memprediksi puncak kepadatan akan terjadi pada H+5 atau 6 April 2025, dengan jumlah kendaraan mencapai 168.529 kendaraan. Angka ini meningkat 3,95 persen dibandingkan dengan puncak arus balik tahun 2024," kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana dalam keterangannya, Selasa (1/4).

Lebih lanjut, Lisye memastikan seluruh kendaraan yang terdampak pengalihan akan bertransaksi di Gerbang Tol Kalihurip Utama, Gerbang Tol Sadang, atau melanjutkan perjalanan melalui Jalan Tol Fungsional Jakarta-Cikampek II Selatan.

Namun, khusus di ruas tol yang dikelola Jasa Marga, pihaknya akan memberikan insentif berupa pembebasan tarif tol di Ruas Tol Padaleunyi, dan Cipularang yang dikelola oleh Jasa Marga Group.

"Insentif ini berlaku bagi semua golongan kendaraan dengan seluruh metode pembayaran," jelas Lisye.

Lisye memastikan, pembebasan biaya akan diterapkan khusus bagi pengguna yang melakukan perjalanan jarak jauh barrier gate to barrier gate dari Gerbang Tol Cisumdawu Utama menuju Gerbang Tol Kalihurip Utama sepanjang 150 km.

Kemudian, menuju Gerbang Tol Sadang sepanjang 140 km, atau apabila menerus ke fungsional Japek II Selatan (s.d Bojongmangu) sepanjang 171 km.

"Insentif pembebasan tarif tol ini akan diberlakukan selama periode pengalihan lalu lintas yang diperkirakan akan dilakukan pada H+5 dan H+6 atau pada 6-7 April 2025," ujarnya.

Lisye juga menambahkan bahwa dengan adanya insentif pembebasan tarif tol ini, pengguna jalan yang terdampak pengalihan dapat melakukan perjalanan tanpa tambahan biaya di Ruas Tol Padaleunyi, dan Cipularang yang dikelola oleh Jasa Marga Group. 

"Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi rencana pemberlakuan rekayasa lalu lintas yang dilakukan berdasarkan diskresi Kepolisian," tutupnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore