Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Maret 2025 | 04.17 WIB

Puncak Arus Mudik Terlewati, Rekayasa Lalin masih Dilakukan

PT ASDP Indonesia Ferry catat peningkatan signifikan arus penumpang dan kendaraan dari Bali ke Jawa mudik Lebaran 2025. (Istimewa)

Puncak arus mudik 2025 dimulai malam ini dengan rekayasa lalu lintas di tol dan penyeberangan yang meningkat.

JAKARTA - Puncak arus mudik 2025 berlangsung pada jumat malam (28/3) hingga sabtu pagi (29/3). Meski demikian, sejumlah ruas masih memberlakukan berbagai skema lalu lintas akibat volume kendaraan yang masih relatif tinggi.


Di jalan Tol Jakarta-Cikampek, berlakukan rekayasa lalu lintas contraflow 1 lajur pada KM 36 sampau dengan KM 70 arah Cikampek pada pukul 12.05 WIB.
Di Jawa Tengah, Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan kembali Oneway Lokal KM 414 Batang-Semarang hingga KM 442 Bawen pada pukul 13.25 WIB. Terpantau volume lalu lintas kendaraan arah Solo pada Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C meningkat.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo mengimbau pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan dan mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol.
"Pastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima," ujarnya, Sabtu.
Puncak arus mudik juga terpantau di penyeberangan menuju Sumatera. Di mana ada 21 Ribu Sepeda Motor menyeberang melalui dua pelabuhan di Cilegon.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau Pelabuhan Ciwandan mengatakan, jumlah kendaraan roda dua yang telah menyeberang ke Pulau Sumatera pada H-3 mencapai angka 21.863 unit. Adapun jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 53 unit.

Menhub Dudy menyampaikan, kepadatan di Pelabuhan Ciwandan pada H-3 jelang Lebaran masih berada dalam tahap wajar. Menurutnya, para pemudik hanya mengantre untuk masuk ke dalam kapal dan tidak terjadi penumpukan di luar area pelabuhan.

Menhub Dudy berjanji akan melakukan evaluasi secara menyeluruh apabila terdapat pelayanan yang kurang maksimal kepada pemudik. “Sejauh ini pelayanan yang diberikan oleh operator dan para petugas di lapangan sudah sangat memadai jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami akan selalu terbuka untuk melakukan evaluasi,” terangnya.

Terkait ketersediaan kapal, Menhub Dudy menyebutkan bahwa penambahan kapal mungkin saja dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan. Apabila terjadi lonjakan penumpang yang signifikan, maka penambahan kapal akan dilakukan.

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara komulatif mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada periode H-10 hingga H-4 Lebaran 2025. Hingga H-4, total 368.514 orang telah menyeberang dari pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang. Angka ini naik 44 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 255.219 orang.
Jumlah kendaraan yang menyeberang pun tercatat mengalami peningkatan hingga 43 persen di banding tahun 2024. Yakni, mencapai 115.700 unit dari tahun lalu sebanyak 80.725 unit.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Yani Andriyanto mengungkapkan, puncak mudik sudah terlewati. Saat ini, kondisi di Pelabuhan Gilimanuk mulai lebih lancar setelah sempat terjadi kepadatan dua hari sebelumnya. 

“Setelah puncak kepadatan, arus kini lebih terkendali, terutama seiring dengan penutupan operasional penyeberangan saat Nyepi,” ujarnya, kemarin. Menurutnya, hal ini lantaran ASDP bersama Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan lainnya telah menyiapkan strategi optimal guna memastikan layanan mudik tetap lancar, aman, nyaman, dan selamat.

Dalam rangka Nyepi, operasional penyeberangan telah dihentikan sementara sesuai dengan Surat Keputusan Bersama. Pelabuhan Gilimanuk berhenti beroperasi pada 28 Maret pukul 05.00 WITA, sementara Pelabuhan Ketapang tutup pada 28 Maret pukul 17.00 WIB. “Setelah pembukaan kembali, ASDP memastikan kesiapan armada dan fasilitas guna mengakomodasi arus mudik,” ujarnya.
Pada Jumat (28/3), Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga telah meninjau arus mudik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Menurut Nanang, kunci kelancaran arus mudik adalah sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada H-4 (27 Maret), tercatat 30 kapal telah beroperasi dalam melakukan penyebrangan. Jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-4 mencapai 60.296 orang atau lebih rendah 10 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 67.048 orang. Dari sisi kendaraan, roda dua yang menyeberang mencapai 12.748 unit dan kendaraan roda empat mencapai 5.582 unit.

Sebaliknya, data Posko Ketapang pada H-4 mencatat realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 15.082 orang, lebih rendah 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 27.118 orang. Untuk kendaraan, tercatat 368 unit roda dua dan roda empat mencapai 1.507 unit. Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-4 mencapai 2.656 unit atau lebih rendah 51 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 5.418 unit.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore