JawaPos.com – Kasus pembunuhan keji terjadi di Aceh. Seorang sales mobil, Hasfiani, alias Imam ,37, ditemukan tewas mengenaskan di semak-semak kawasan Gunung Salak, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Aceh, Senin (17/3). Mayat tersebut ditemukan dengan kondisi terbungkus dalam karung.
Setelah diselidiki, pelaku pembunuhan tersebut ternyata merupakan oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) yang bertugas di Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe.
Komandan Polisi Militer TNI AL (Pomal) Lhokseumawe Mayor Laut (MP) Anggiat Napitupulu mengungkapkan, peristiwa pembunuhan tragis ini terjadi pada Jumat (14/3). Saat ini pelaku telah ditahan guna pemeriksaan lebih lanjut.
"Benar, peristiwa itu melibatkan pelaku pembunuhan yang merupakan oknum TNI AL, Kelas Dua, (inisial) DI. Sekarang pelakunya sudah ditahan," ujar Mayor A. Napitupulu dalam konferensi pers di Markas TNI AL Kota Lhokseumawe, Senin (17/3).
Menurut pengakuan tersangka, mulanya dia mengajak korban untuk menemaninya melakukan test drive mobil Toyota Innova dengan nomor polisi BL 1539 HW dari sebuah showroom di Krueng Geukuh, Aceh Utara.
Setibanya di kompleks perumahan PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), pelaku DI langsung menembak Imam. Letusan senjata itu sempat terdengar oleh warga sekitar.
Setelah memastikan korban tewas, pelaku membawa mobil keluar dari kompleks dan langsung menuju arah Medan, Sumatera Utara. Mayat Imam dibuang di semak belukar kawasan Gunung Salak.
"Suara letusan senjata yang didengar warga pada Jumat sore itu adalah peristiwa yang sedang kita bicarakan sekarang ini," jelas Napitupulu.
Anggiat Napitupulu menyebut, motif pembunuhan sales mobil di Aceh ini ialah pelaku yang ingin menguasai mobil mewah bertipe Innova.
“Kejadian ini terjadi secara spontanitas dan tidak ada unsur penculikan. Hasil pemeriksaan sementara tersangka hanya ingin menguasai mobil,” terangnya.
Saat ini, tim penyidik masih mengumpulkan keterangan dan menyusun kronologi kejadian secara lengkap.
Lebih lanjut, ia menegaskan pihaknya akan memberikan hukuman berat bagi pelaku sesuai instruksi pimpinan TNI AL.
"Sesuai instruksi pimpinan kami, kami pastikan memberikan hukuman terberat untuk pelaku," tegasnya.
Saat ditanya soal hasil visum dan detail luka korban, Napitupulu menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
"Kami sudah melakukan visum, dan saat ini masih menunggu hasilnya. Yang terpenting, jenazah sudah kami serahkan kepada keluarganya," imbuhnya.