
Ilustrasi sholat sunnah tarawih. (Freepik)
JawaPos.com - Ibadah puasa sejatinya bukan hanya dilakukan dengan cara tidak makan dan tidak minum. Puasa dilakukan untuk melatih diri kita supaya menjadi pribadi yang lebih baik dengan mematuhi semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.
Salah satu yang dilatih dari ibadah puasa yang kita lakukan adalah hati kita. Mendidik hati agar seolah-olah kita bisa melihat Allah. Namun jika tak mampu melakukannya, kita harus bisa menghadirkan dalam diri kita merasakan bahwa kita selalu dilihat dan diawasi oleh Allah.
Berikut kultum tentang Puasa untuk Melatih Hati, dibawakan oleh Aan Rukmana, Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ.
Seluruh pembaca JawaPos di manapun anda berada.
Alhamdulillah, kita makin ke sini, makin terus kita dengan khusyuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ini.
Alhamdulillah, tidak terasa kita bersama-sama menjalankan ibadah puasa berhari-hari ini dengan penuh kekhusyukan, dengan penuh keistiqamahan, mudah-mudahan Allah senantiasa menjaga kita agar kita bisa puasa sampai nanti akhir Ramadhan.
Salah satu tujuan dari ibadah puasa adalah melatih kita supaya tumbuh nilai-nilai Ihsan di dalam hidup kita. Sebagaimana kita ketahui, di dalam Islam itu ada tiga istilah yaitu Islam, Iman dan Ihsan.
Sekarang kita akan ulas, apa itu ihsan?
الإحسان أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك
Ihsan adalah kamu mengabdi kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan andai kamu tidak dapat melihatnya, maka yakinlah bahwa Allah pasti melihatmu.
Di dalam ibadah puasa ini, sesungguhnya kita dilatih supaya kita betul-betul bisa merasakan, bisa menghayati kehadiran Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Misal kita tidak bisa melihat Allah dengan kasat mata kita,kita berusaha melihat Allah dengan mata hati kita. Kalau kita tidak bisa melihat Allah dengan mata hati kita, yakinlah bahwa Allah senantiasa melihat kita.
Dan sebagai manusia, tentu Allah tidak bisa kita lihat secara langsung dengan mata kita. Tetapi yang nggak boleh lupa bahwa kita sebagai manusia tidak hanya memiliki dimensi fisik sebagai media untuk mengetahui sesuatu.
Kiita juga memiliki dimensi hati, memiliki dimensi akal, yang dengan itu semua, puasa kita pun mengarahkan kita supaya melatih bukan semata-mata dimensi fisik. Tetapi juga termasuk dimensi hati kita, termasuk dimensi akal kita.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
