Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Maret 2025 | 02.36 WIB

Inovator Muda Indonesia Masuk dalam Tim Pemenang Climate Hack 2024 Lintas Negara

 

13 para inovator muda dari Indonesia, India, Malaysia, Pakistan dan Fillipina berhasil keluar sebagai pemenang Climate Hack 2024.

JawaPos.com – 13 orang yang terdiri dari para inovator muda dari Indonesia, India, Malaysia, Pakistan dan Fillipina berhasil keluar sebagai pemenang Climate Hack 2024 Pitch Day dari Singapore International Foundation (SIF). Tim lintas negara ini memenangi atas ide-ide berbasis teknologi untuk perubahan iklim.

Diungkapkan Jaryll Chan, Direktur Eksekutif SIF, Divisi Program, perubahan iklim memengaruhi setiap orang karena masyarakat hidup di dunia yang saling terhubung. Untuk itu diperlukan kolaborasi untuk menghasilkan solusi bagi dunia yang lebih baik.

Ide-ide yang menang termasuk kemitraan lintas sektor strategis untuk memastikan skalabilitas, pengalaman pengguna yang dipersonalisasi untuk memenuhi kebutuhan yang unik, dan alternatif yang lebih hemat biaya untuk solusi yang sudah ada.

Para pemenang diumumkan pada acara Pitch Day. 10 tim yang terpilih mempresentasikan solusi berbasis teknologi mereka di hadapan panel juri. Mereka menyampaikan tantangan lingkungan di berbagai bidang seperti pengelolaan sumber daya alam, penggunaan lahan, transportasi, pengelolaan limbah, dan ekonomi ekologi.

Tiga tim pemenang dipilih berdasarkan kreativitas, kemampuan persuasif, kerja sama tim, serta dampak dan kelayakan solusi mereka. Mereka adalah E-Connect (Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Filipina), SustainIQ (Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Filipina), dan Sustainloop (India, Malaysia, dan Filipina).

Selain itu, Ecovolve (Kamboja, Indonesia & Singapura), menerima penghargaan People's Choice Award. Penghargaan ini didasarkan pada pemungutan suara di media sosial menjelang Pitch Day oleh para penonton yang hadir secara langsung di lokasi acara.

Ahmad Yasri Zaenuri, anggota Ecovolve dari Indonesia mengatakan, Program Climate Hack membantu menyempurnakan solusi yang dibuat dengan menantang asumsi dan memastikan skalabilitas aplikasi yang dibuat.

“Di bawah bimbingan mentor kami, Caitlin Medley dari Australia, saya belajar membuat solusi pelacakan karbon digital agar dapat ditindaklanjuti dan lebih memahami aspek bisnis terkait teknologi iklim. Hal lain yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bekerja bersama tim-tim lain yang memiliki semangat tinggi dalam mengatasi krisis iklim dari berbagai sudut pandang,” ujar Ahmad

Keempat tim akan mengunjungi Singapura pada bulan Maret tahun ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Singapore Green Plan 2030, sebuah gerakan untuk memajukan agenda nasional Singapura dalam pembangunan berkelanjutan.

Carla Gomez Briones, Spesialis Iklim dan Keberlanjutan, United Nations Development Program Global Centre for Technology, Innovation, and Sustainable Development (Singapura) merupakan salah satu juri di Pitch Day. Ia mengatakan kecerdikan dan pemahaman mendalam yang ditunjukkan oleh para tim benar-benar menginspirasi. Mulai dari mengatasi berbagai tantangan seperti pengelolaan sumber daya alam hingga memikirkan kembali sistem pengelolaan limbah, para inovator muda ini telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam berinovasi untuk tujuan dan dampak yang besar.

“Solusi mereka tidak hanya mengatasi masalah iklim yang mendesak, tetapi juga mencerminkan kekuatan kolaborasi lintas negara untuk menciptakan masa depan yang berkesinambungan,” ujar Carla.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore