
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah (kiri) di kampus UI. (HUMAS BPKH)
JawaPos.com – Pemerintah terus berupaya mengajak masyarakat mendaftar haji di usia muda. Tujuannya supaya saat giliran berangkat haji nanti, jamaah masih belum berusia lanjut.
Selain itu, berhaji sejak muda juga untuk mengimbangi banyaknya jumlah jamaah haji lansia di dalam daftar antrean.
Berdasarkan data di sistem Satu Data Kementrian Agama (Kemenag), populasi antrean jamaah haji yang terbanyak di rentang umur 40–59 tahun dengan jumlah 1,8 jutaan orang. Kemudian di rentang umur 20–39 tahun ada sebanyak 871 ribuan orang.
Lalu di rentang usia 60-79 tahun ada 572 ribuan orang. Dampaknya, ketika rerata antrian haji di Indonesia adalah 30 tahun, jamaah lansia di setiap tahun keberangkatan akan selalu mendominasi.
Merespons banyaknya jamaah haji lansia saat berangkat, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus mengkampanyekan daftar haji saat usia muda. Sesuai regulasi pemerintah, minimal bisa daftar haji di umur 12 tahun.
"Salah satu program unggulan kami adalah kampanye haji muda," kata Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah dalam keterangannya Sabtu (22/2).
Dia menjelaskan, pihaknya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk kampanye haji muda. Salah satunya adalah dengan Universitas Indonesia (UI). Fadlul menuturkan, lewat kampanye haji muda itu, BPKH mengajak generasi muda untuk mulai merencanakan dan menabung supaya bisa daftar haji di usia dini.
Menurut BPKH, haji adalah ibadah yang mayoritas prosesinya butuh fisik prima. Ketika bisa daftar haji di usia muda, maka kelak berangkat hajinya tidak terlalu tua.
Sehingga masih memiliki stamina yang kuat untuk berhaji. Mulai dari tawaf, sa'i, sampai dengan ibadah melontar jumrah di Mina.
Fadlul mengatakan, saat ini biaya pendaftaran haji masih Rp 25 juta. "Ada usulan dari BPKH untuk dinaikkan jadi Rp 35 juta," katanya.
Tetapi dia menyadari saat ini pemerintah sedang fokus menyiapkan pemberangkatan haji. Sehingga pembahasan mengenai kenaikan biaya daftar haji belum masuk prioritas.
Di bagian lain, Kemenag mengumumkan masa pelunasan haji khusus 2025 sudah ditutup pada Jumat (21/2) sore. Hasilnya, seluruh kursi haji khusus 2025 terisi penuh. Kuota haji khusus tahun ini sebanyak 17.680 jamaah.
Jumlah ini terdiri atas 3.404 jamaah haji khusus lunas tunda, 12.724 jamaah haji khusus berdasarkan nomor urut porsi berikutnya. Kemudian ada 177 jamaah haji khusus prioritas lansia, serta 1.375 petugas haji khusus.
Pengisian kuota jamaah haji khusus tahap pertama dibuka pada 24 Januari–7 Februari lalu. Saat itu, ada 14.467 jamaah haji khusus yang telah melunasi. Sehingga, terdapat sisa kuota haji khusus.
"Pada hari terakhir pelunasan, ada 1.184 jamaah haji khusus yang melunasi," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
