
Kunjungan delegasi dari Jepang ke RSUA untuk penelitian penyakit infeksi. (RSUA)
JawaPos.com–Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) terus memperkuat kerja sama internasional dalam penelitian penyakit infeksi. Delegasi dari Kobe University, National Center for Global Health and Medicine (NCGM), serta National Institute of Infectious Diseases (NIID) Jepang, berkunjung ke RSUA untuk mempererat kolaborasi dalam program Japanese Initiative for Global Research Network & Link on Infectious Diseases.
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penanganan HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC), yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Pada 2024, jumlah pasien HIV yang ditangani RSUA mencapai 2.450 orang, dengan rincian 2.266 pasien menjalani perawatan rawat jalan dan 184 pasien dirawat inap. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata tahunan sebelumnya, yang mencatat 1.770 pasien rawat jalan dan 138 pasien rawat inap.
Untuk memberikan layanan yang lebih optimal bagi pasien HIV, RSUA menyediakan terapi antiretroviral (ARV), layanan kesehatan mental, serta perawatan bagi pasien dengan komplikasi kulit. Selain itu, rumah sakit ini juga bekerja sama dengan berbagai LSM guna memberikan dukungan sosial agar pasien HIV tidak mengalami diskriminasi.
”Kami ingin memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan holistik, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dukungan sosial yang memadai,” ujar Direktur RSUA, Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD-KPTI, FINASIM.
Selain HIV, TBC juga menjadi perhatian utama. Indonesia saat ini menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia setelah India. Data terbaru dari RSUA menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien TBC pada 2024, dengan total 2.295 pasien. Terdiri atas 1.935 pasien rawat jalan dan 360 pasien rawat inap. Sebelumnya, rata-rata tahunan pasien TBC di RSUA adalah 1.330 untuk rawat jalan dan 192 untuk rawat inap. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait TBC, RSUA menerapkan metode edukasi kreatif.
”Kami mengganti pendekatan ceramah konvensional dengan kampanye melalui musik. Salah satu contohnya adalah lagu Cinta Merdeka Tuberkulosis yang dibuat bersama Dinas Kesehatan dan Pemkot Surabaya, dengan harapan pesan kesehatan lebih mudah diterima oleh masyarakat,” jelas Nasronudin.
Fasilitas khusus juga disiapkan RSUA bagi pasien TBC, terutama yang mengalami resistensi obat. ”Kami memiliki ruang isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Pengobatan yang diberikan juga mengikuti standar nasional guna memastikan efektivitas terapi,” tambah Nasronudin.
Selain HIV dan TBC, dalam pertemuan tersebut juga dibahas penelitian terkait vaksin pneumonia. Jepang saat ini menghadapi peningkatan kasus pneumonia, dan RSUA siap berkolaborasi dalam penelitian serta pengembangan vaksin guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.
”Kami tengah meneliti virus yang berpotensi menyebabkan komplikasi pneumonia dan siap bekerja sama dalam mengembangkan strategi pencegahan serta vaksin yang efektif,” terang Nasronudin.
Tak hanya berfokus pada vaksin dan terapi penyakit infeksi, kerja sama RSUA dan Jepang juga akan diarahkan pada penelitian resistensi bakteri, yang menjadi ancaman kesehatan global. ”Resistensi bakteri bisa mengurangi efektivitas pengobatan infeksi. Kami bekerja sama dengan Jepang dalam mencari solusi,” ujar Nasronudin.
Selain itu, penelitian juga akan mengarah pada precision medicine, yaitu pengobatan berbasis algoritma dan karakteristik individu, serta eksplorasi obat herbal alami untuk menemukan bahan aktif dalam terapi infeksi menular.
Melalui kolaborasi ini, RSUA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penelitian penyakit infeksi dan resistensi bakteri, serta menghadirkan solusi inovatif bagi kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
