Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Provinsi Jambi untuk menambah perhatian dalam upaya pengentasan stunting atau gagal tumbuh dan kemiskinan ekstrem. Pemda diminta meningkatkan kolaborasi dengan kalangan dunia usaha dan dunia pendidikan.
“Jambi mengalami kemajuan yang cukup pesat dalam menangani stunting maupun kemiskinan ekstrem, tetapi kita jangan terus berpuas diri. Kita harus memacu lebih jauh, lebih cepat, lebih tinggi capaiannya, supaya Jambi dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap upaya kita untuk menangani stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem secara nasional,” ujar Muhadjir dalam Roadshow Dialog Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di wilayah Jambi sebesar 18,0 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 4,4 persen dibanding tahun 2021 sebesar 22,4 persen. Angka prevalensi stunting secara nasional saat ini sebesar 21,6 persen.
Muhadjir menyinggung terkait optimalisasi pemanfaatan dana desa dalam menghapus kemiskinan ekstrem pada Provinsi Jambi dapat dilakukan melalui berbagai bentuk bantuan seperti Bantuan Sosial, penyediaan sanitasi air bersih, hingga bantuan bagi kelompok UMKM.
“Untuk Dana Desa ini kita bisa gunakan untuk perbaikan rumah dan fasilitas umum yang bisa diarahkan menjadi program padat karya, dimana melibatkan keluarga miskin ekstrem dalam pengerjaannya sehingga mereka memiliki penghasilan yang layak," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menjelaskan, penurunan angka stunting tersebut adanya dukungan dunia usaha melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta pemberian bantuan berupa pelatihan kader Posyandu, penyediaan antropometri kit, dan pemberian makanan tambahan. Selain itu, pelaksanaan program Bapak Asuh Anak Stunting juga berdampak terhadap penurunan angka stunting.
“Program Bapak Asuh Anak Stunting yang kita terapkan dengan melibatkan para stakeholder dari unsur TNI/Polri dan ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengedukasi para orang tua terkait pola asuh yang baik terhadap anak, serta pemberian makanan tambahan kaya akan gizi yang cukup bagi anak stunting,” ujarnya.
Pada tahun 2022, wilayah Jambi termasuk dalam provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem di bawah tingkat kemiskinan nasional yaitu sebesar 1,16 persen. Namun, masih diperlukan upaya untuk menuju 0 persen kemiskinan ekstrem di tahun 2024. Saat ini, tingkat kemiskinan ekstrem secara nasional sebesar 2,04 persen.