PKB Sudah Tegur Wagub Lampung dan Bupati Lampung Timur untuk Tak Antikritik
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat silaturahmi kebangsaan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (16/3/2023). Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki wacana koalisi kedua partai politik dalam Pemilu 2024. Foto: Dery Ridwansah/ Ja
JawaPos.com-Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengingatkan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dan Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo untuk bisa menerima kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat. Pernyataan itu menanggapi viralnya kritik yang disampaikan TikToker Bima Yudho Saputro terkait kondisi infrastruktur di Lampung, masih dikategorikan sebagai bentuk kritik.
Pria yang karib disapa Cak Imin mengklaim, Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo tidak terlibat atas polemik yang berujung pada pemolisian Bima Yudho Saputro. "Jadi, Bupati Lampung Timur itu tidak terlibat sama sekali dan hanya mengklarifikasi bahwa dirinya tidak ikut-ikut," kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (18/4).
Wakil Ketua DPR RI itu juga menyebut, telah menegur Wagub Lampung Chusnunia Chalim untuk tidak antikritik. Dia mengingatkan, kepala daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat harus jujur dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Saya tegur dia, jangan ikut-ikut antikritik dan kita hari ini pemerintah harus jujur apa adanya. Kalau belum mampu bilang belum mampu, kalau sudah mampu silakan tunjukkan hasilnya. Kecerdasan dan informasi publik sudah tidak bisa ditutup tutupi," tegas Cak Imin.
Menurut Cak Imin, kini masyarakat lebih terbuka. Karena itu, Cak Imin pun mengingatkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk bisa meminta maaf untuk menyelesaikan polemik yang terjadi. "Semua lebih terbuka dan kita harus menerima kritik dengan lapang dada. Seandainya kemarin Gubernur Lampung minta maaf itu semua langsung sudah selesai. Minta maaf kondisi seperti ini, pasti masalah bisa langsung selesai," ucap Cak Imin.
Sebagaimana diketahui, Bima Yudho Saputro pelajar asal Lampung di Australia menyita perhatian publik setelah video kritikan berjudul 'Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-Maju' viral. Salah satu kritikan Bima terhadap pemerintah daerah Provinsi Lampung terkait jalanan yang rusak.
Dia menggambarkan jalanan di kampung halamannya itu 1 kilometer bagus dan 1 kilometer berikutnya rusak. Siapa sangka, kritikan Bima terhadap pemerintah daerah justru berujung pada pelaporan polisi. Dia dilaporkan karena menyebutkan 'dajjal' sehingga membuat pemerintah daerah gerah.
Tak sampai di situ saja, orang tua Bima yang merupakan PNS diintervensi dipanggil oleh Bupati Lampung Timur. Kabarnya berusaha dicari-cari kesalahan Bima, terutama soal biaya kuliahnya di luar negeri. Ibunya kabarnya turut diperiksa.
"Bokap gua PNS biasa golongan. 99 persen dari nyokap gue. Bokap gue nggak pernah kirim gua duit. Satu dolar pun nggak pernah. Nggak bakal cukup juga PNS dan hari ini bokap gua dipanggil Lampung Timur sama polisi," curhat Bima di akun media sosial. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
