Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Februari 2025 | 02.08 WIB

Bambang Brodjonegoro Yakini MBG dan Pendirian Tiga Juta Rumah Bakal Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Bambang Brodjonegoro (kanan) dalam diskusi membahas program Prabowo di Jakarta, Kamis (6/2). (Istimewa) - Image

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Bambang Brodjonegoro (kanan) dalam diskusi membahas program Prabowo di Jakarta, Kamis (6/2). (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah sedang berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Presiden Prabowo Subianto mencanangkan pertumbuhan ekonomi bisa tembus 8 persen per tahun.

Untuk mewujudkan "mimpi" tersebut, Presiden Prabowo Subianto membuat sejumlah program pendukung. Di antaranya makan bergizi gratis (MBG) dan pembangunan tiga juta rumah. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Bambang Brodjonegoro menyebut, kedua program itu diklaim bakal mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan dua program itu diharapkan bisa menggerakkan ekonomi di daerah. Kuncinya, pemerataan peran bisnis dalam kedua program ini.

Bambang mengungkapkan, Indonesia pernah mengalami pertumbuhan 8 persen pada tahun 1996 silam. Saat itu ada relokasi pabrik-pabrik dari Jepang ke Indonesia. Terutama relokasi industri otomotif dan turunannya. "Jadi sejarahnya kita pernah mencapai pertumbuhan 8 persen, jadi itu nyata," kata Bambang dalam diskusi Ikatan Alumni Fikom Unpad di Jakarta pada Kamis (6/2).

Dengan pertumbuhan tersebut, Indonesia dianggap berhasil menjadi negara industrialisasi yang bisa menjadi perhatian dunia. Namun demikian, situasi politik 1998 membuat Indonesia kembali ke titik nol. Seluruh Upaya yang sudah dibangun menjadi negara industri sekejap hilang.

Krisis moneter yang terjadi pada 1998 lalu telah meluluhlantakan ekonomi Indonesia. Kemudian dampaknya sangat luas dan panjang. Indonesia berusaha untuk Kembali membangun kekuatan ekonomi dengan berbagai cara agar Kembali menjadi negara industri.

Bambang menyatakan, Indonesia mulai berusaha menjadi negara industri dengan melakukan program hilirisasi mineral. "Namun memang makna hilirisasi itu bukan hanya sekadar smelter saja. Harus sampai hilir, membuat aluminium dan sampai produk jadi," kata dia.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi itu menjelaskan, pada 2024 lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dikatakan baik di angka 5,03 persen. Dengan demikian, diharapkan pada 2025 ini pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5 persen. "Saya optimistis kedua program ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," terang dia.

Program MBG saat ini memang belum sempurna dan perlu banyak perbaikan. Tetapi, pada tahun depan akan mulai terlihat pola bisnis yang bisa dijalankan dari program ini. Demikian pula dengan program 3 juta rumah. "Selain dua program itu yang menjadi potensi bertumbuh ada logistik, jasa, dan Kesehatan," kata dia.

Bambang mengatakan, saat ini banyak konglomerat atau grup perusahaan besar mulai masuk ke bisnis Kesehatan atau rumah sakit. "Ini karena mereka melihat bahwa kesehatan pasca covid menjadi sangat penting," imbuhnya. Dia juga menjelaskan bahwa di industry ekstraktif yang sedang menjadi potensi adalah tambang emas. Beberapa perusahaan mulai mencari tambang emas.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum IKA Fikom Unpad Hendri Satrio mengatakan, komunikasi publik akan ekonomi harus dibangun. Agar masyarakat paham arah kebijakan pemerintah. Mereka akan terus mengamati beberapa kebijakan pemerintah yang sedang dijalankan.

Dekan Fikom Unpad Dadang Rahmat Hidayat menyatakan, saat ini komunikasi yang dilakukan pemerintah terkait ekonomi dirasa perlu diperbaiki agar pesan yang sampai pada masyarakat. Sebab, pada mayoritas Masyarakat di Indonesia tidak paham oleh istilah-istilah ekonomi. "Maka itu angka, angka itu soal pertumbuhan 5 persen misalnya, harus diterjemahkan ke dalam komunikasi yang mudah," ungkap dia. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore