Kemhan membuka Lorong Sejarah Kemhan mulai Sabtu (25/1). Masyarakat umum bisa berwisata di kantor Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).
JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memutuskan untuk membuka kantor mereka untuk dikunjungi oleh publik. Mulai Sabtu (25/1) masyarakat bisa menikmati wisata Lorong Sejarah Kemhan. Syaratnya hanya satu, memiliki tiket Museum Nasional. Setelah itu, masyarakat yang ingin berwisata di kantor Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin itu bisa mendaftar untuk merasakan wisata sejarah di Kemhan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas menyampaikan hal itu usai mengajak awak media tour Lorong Sejarah Kemhan. Dia menyampaikan bahwa Kemhan tidak membatasi masyarakat yang ingin menikmati Lorong Sejarah Kemhan. Namun, untuk sementara wisata tersebut hanya bisa diakses oleh Warga Negara Indonesia (WNI). Turis asing masih tidak diperbolehkan.
”Memang dibatasi kepada Warga Negara Indonesia. Hanya mekanismenya kami mengatur bahwa ketika akan berkunjung ke sini, setiap pengunjung harus punya tiket Museum Nasional,” terang dia.
Kemhan bekerja sama dengan Museum Nasional. Setelah memiliki tiket Museum Nasional, masyarakat bisa mengunggah tiket tersebut melalui laman pendaftaran yang sudah disediakan. Brigjen Frega menyampaikan bahwa saat ini, Lorong Sejarah Kemhan dibuka untuk publik satu bulan sekali di hari Sabtu. Namun, tidak menutup kemungkinan nantinya wisata tersebut dibuka satu minggu sekali.
”Untuk launching pertama masih terbatas jumlahnya. Hari ini, kami buka lima slot, dimana setiap slot akan (keliling) di Lorong Sejarah Kemhan selama 45 menit sampai satu jam. Setiap slotnya terdiri atas 30 orang pengunjung. Sehingga total alokasinya 150 orang,” kata dia.
Pengunjung yang datang ke Lorong Sejarah Kemhan akan dipandu oleh personel Infohan Kemhan. Mereka bakal diberi penjelasan mengenai berbagai operasi militer dan pertempuran yang pernah dilakukan oleh TNI bersama rakyat Indonesia. Mulai masa penjajahan sampai kemerdekaan dan seterusnya. Kemhan berharap, melalui cara tersebut nasionalisme pengunjung dan kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara semakin kuat.
”Selain Lorong Sejarah Kemhan, kami juga menampilkan static display kendaraan alutsista produksi dalam negeri. Nanti ada kendaraan Maung. Setiap event, kami akan coba apakah bisa diganti dengan alutsista yang lain untuk static display-nya,” kata dia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
