
Karakter Shio Ular Kayu, Koi II, dan karakter Celestial Odyssey saat peluncuran koleksi terbaru Royal Selangor edisi Tahun Baru Imlek di Jakarta, Sabtu (18/1/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Tahun Baru Imlek atau dikenal sebagai Festival Musim Semi merupakan perayaan terbesar dalam budaya Tionghoa. Tradisi ini sudah berlangsung selama ribuan tahun dan terus berkembang hingga menjadi perayaan global yang dinantikan setiap tahunnya.
Mengutip Wake Forest University, Imlek memiliki sejarah panjang yang kaya akan nilai budaya. Berikut 10 fakta menarik tentang asal-usul dan perkembangan Imlek dari masa ke masa.
Sudah Dirayakan Selama 3.500 Tahun
Tahun Baru Imlek telah berlangsung sejak era Dinasti Shang (1600–1046 SM), menjadikannya salah satu perayaan tertua di dunia.
Berasal dari Ritual Persembahan
Imlek awalnya merupakan upacara untuk menghormati dewa dan leluhur dengan harapan mendapatkan panen yang baik serta perlindungan dari roh jahat.
Legenda Nian dan Warna Merah
Dalam mitologi Tionghoa, Nian adalah makhluk buas yang muncul saat tahun baru. Masyarakat zaman dulu menggunakan warna merah, petasan, dan suara keras untuk menakutinya.
Penetapan Tanggal di Dinasti Han
Hari pertama Imlek dalam kalender lunar ditetapkan pada era Dinasti Han (202 SM – 220 M), sekaligus memperkenalkan kebiasaan membakar bambu untuk mengusir roh jahat.
Disebut Festival Musim Semi Meski Dirayakan Saat Musim Dingin
Meskipun berlangsung saat musim dingin, Imlek disebut Festival Musim Semi karena menandai berakhirnya musim dingin dan awal kehidupan baru.
Tradisi Berkumpul Keluarga Muncul di Dinasti Wei dan Jin
Kebiasaan berkumpul bersama keluarga, membersihkan rumah, dan makan malam bersama mulai populer sejak Dinasti Wei dan Jin (220–420 M).
Semakin Meriah dari Dinasti Tang hingga Qing
Seiring bertambahnya populasi, perayaan Imlek semakin besar. Pertunjukan seni, festival kembang api, dan dekorasi merah semakin memperkaya tradisi ini.
Atraksi Barongsai dan Petasan Jadi Simbol Keberuntungan
Pertunjukan barongsai serta petasan diyakini dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan bagi masyarakat yang merayakannya.
Makanan Khas Sarat Makna
Hidangan khas seperti kue keranjang dan pangsit memiliki makna simbolis, seperti kemakmuran dan kebersamaan dalam keluarga.
Kini Menjadi Perayaan Global
Imlek tidak hanya dirayakan di China, tetapi juga di berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan Inggris.
Dengan sejarah panjangnya, Imlek bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga perayaan kebersamaan, harapan baru, serta tradisi budaya yang terus diwariskan lintas generasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
