
Mantan Wamenlu ke-5 Indonesia, Dino Patti Djalal menyampaikan pendapatnya terkait konflik Palestina-Israel.
JawaPos.com–Diplomat senior sekaligus ahli hukum laut Indonesia yang diakui secara internasional, Hasjim Djalal, wafat pada usia 90 tahun di Jakarta pada Minggu (12/1). Hasjim mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.40 WIB dan dikelilingi istri, anak, cucu, serta saudara-saudara.
Kabar duka tersebut diumumkan oleh diplomat dan juga mantan wakil menteri luar negeri RI Dino Patti Djalal, yang juga merupakan putranya, melalui media sosial X di Jakarta, Minggu (12/1).
”Mohon doanya agar arwah beliau mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan agar jasa-jasanya untuk NKRI selalu dikenang dengan baik. Amin,” Tulis Dino melalui unggahan tersebut.
Almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Taman Cilandak III, Jakarta Selatan, dan rencananya dimakamkan pada Senin (13/1).
Profil dan perjalanan karir
Hasjim Djalal lahir pada 25 Februari 1934 di Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat. Lulusan University of Virginia, itu dikarunia tiga anak yakni Dino Patti Djalal, Iwan Djalal, dan Dini Djalal.
Dia menerima gelar Master of Law dari Universitas Virginia, di mana dirinya menjadi mahasiswa Indonesia pertama di universitas tersebut. Hasjim memiliki karir yang cukup cemerlang.
Dia dikenal sebagai sosok pionir diplomasi Indonesia yang mampu menaikkan citra bangsa di mata dunia. Dia pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1981-1983.
Kemudian pada 1983-1985, dia mengabdikan dirinya sebagai Duta Besar RI untuk Kanada dan pada 1990-1993 menjadi Duta Besar RI di Jerman. Hasjim diketahui menjadi salah satu diplomat Indonesia yang berperan dalam penyusunan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) yang disahkan pada 1982.
Menurut keterangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hasjim bersama menteri luar negeri RI kala itu, Mochtar Kusumaatmadja, berperan memperjuangkan gagasan negara kepulauan serta wawasan nusantara, sebagaimana diamanatkan Deklarasi Juanda, supaya diakui komunitas internasional.
Semasa hidupnya, Hasjim Djalal banyak berkarya melalui peluncuran buku dan mengabdi untuk Indonesia. Dia menulis buku Indonesian Struggle for the Law of the Sea (1979), Indonesia and the Law of the Sea (1995), dan Preventive Diplomacy in Southeast Asia: Lesson Learned (2003).
Setelah pensiun, dia masih aktif menulis buku dan artikel di berbagai media dan menjadi pembicara di berbagai forum tentang masalah hukum laut internasional. Sang putra, Dino Patti Djalal, meneruskan jejak hidup ayahnya sebagai diplomat ulung, dengan menjadi Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat sejak 2010.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
