Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 21.32 WIB

Dalam Perayaan Natal Nasional 2024, Menag Nasaruddin Umar Sampaikan Kasih Kristus Tak Kenal Batas Perbedaan

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tiga dari kanan) bersama Presiden Prabowo Subianto di perayaan Natal Nasional 2024 di Jakarta pada Sabtu (28/12) malam. (Humas Kemenag) - Image

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tiga dari kanan) bersama Presiden Prabowo Subianto di perayaan Natal Nasional 2024 di Jakarta pada Sabtu (28/12) malam. (Humas Kemenag)

JawaPos.com - Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena pada Sabtu (28/12) malam berjalan khidmat dan meriah. Dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menag Nasaruddin Umar, dan sejumlah pejabat lainnya.

Perayaan Natal Nasional 2024 mengusung tema Marilah Sekarang Kita Pergi ke Bethlehem. Tema ini diambil sebagai cerminan kesederhanaan dan inklusifitas. Total undangan yang hadir lebih dari 11 ribu undangan. Di antaranya umat Kristen dan Katolik se-Jabodetabek, ASN, TNI, Polri, dan anak-anak panti asuhan. Acara resmi diawali dengan doa lintas iman yang dipimpin tokoh agama-agama.

Dalam pidato sambutannya, Nasaruddin mengajak umat untuk menjadikan Natal sebagai momentum mengukuhkan nilai-nilai persatuan dan toleransi dalam keberagaman bangsa. Dia mengatakan Natal tahun ini bukan sekadar perayaan spiritual. Nasaruddin juga mengatakan Indonesia adalah rumah besar bagi berbagai suku, agama, dan budaya, yang menjadi kekayaan luar biasa.

Sehingga baginya Natal menjadi pengingat bahwa kedamaian dan kasih Kristus tidak mengenal batasan perbedaan. Nasaruddin juga berharap, sukacita Natal dapat mengukuhkan persahabatan sejati di antara umat.

"Karena persatuan dalam keberagaman tersebut menjadi fondasi hidup kita hingga sekarang dan berbagai momentum sukacita seperti natal niscaya dapat menghantar kita pada ikatan persaudaraan sejati antar manusia," jelas Nasaruddin.

Dia merasa bahwa setiap agama di negeri ini sanggup membangun kehidupan bersama yang rukun dan damai. Setiap umat beragama, apa pun agamanya telah memperlihatkan kehidupan yang rukun damai. "Kunci kehidupan rukun damai dan tenggang rasa di negeri ini ialah moderasi beragama, suatu sikap kedewasaan cara beragama," kata Nasaruddin.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, tema Natal 2024 membawa pesan tentang kesetiaan dan kesediaan dalam mengikuti panggilan Tuhan. "Tema ini sejalan dengan semangat Kementerian Agama untuk mendorong umat mengamalkan ajaran agamanya," ujarnya.

Sebab semakin lekat umat dengan ajaran agamanya maka dunia akan semakin damai dan rukun. Sebaliknya semakin berjarak antara umat dan ajaran agamanya, banyak resiko kerusakan baik manusia dan alam raya yang akan terjadi.

Nasaruddin juga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan dalam rangkaian acara natal nasional 2024, seperti bakti sosial di Nusa Tenggara Timur, Manado, dan Agats serta aksi ekologi di Muara Gembong Bekasi. "Kegiatan-kegiatan ini merupakan wujud nyata kasih dan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana diajarkan dalam kitab suci dan nilai-nilai pancasila," ucapnya.

Dia mengajak supaya umat jadikan perayaan natal 2024 sebagai momentum membumikan ajaran agama dalam semangat cinta kasih kemanusiaan. Cinta kasih akan membawa kedamaian dan kerukunan yang menjadi prasyarat pembangunan. "Ini adalah kontribusi besar umat beragama bagi kemajuan Indonesia," pungkas Nasaruddin.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore