JawaPos.com - Galeri Nasional buka suara terkait tidak terlaksananya pameran tunggal dari seniman Yos Suprapto yang seharusnya mulai digelar tadi malam, Kamis (19/12).
Dalam keterangannya, Galeri Nasional menyatakan, pameran tunggal Yos Suprapto yang mengusung tajuk 'Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan' tidak dapat terlaksana karena terkendala masalah teknis.
Galeri Nasional tidak menyebut pameran tunggal Yos Suprapto dibatalkan, tapi ditunda pelaksanaannya karena ada kendala teknis yang tidak dapat dihindari.
"Kami memahami kekecewaan yang mungkin ditimbulkan oleh penundaan ini, dan kami mohon maaf kepada seluruh pihak yang telah menantikan pameran tersebut," tulis Galeri Nasional dalam unggahannya di Instagram.
Galeri Nasional akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan pameran tunggal Yos Suprapto setelah melalui pertimbangan yang cukup matang. Hal itu dilakukan dengan alasan untuk menjaga kualitas pengalaman pameran yang hendak dihadirkan.
"Galeri Nasional Indonesia dan Yos Suprapto telah menjalin hubungan yang erat sejak awal tahun 2000, dan kami terus berkomunikasi serta berkoordinasi dengan beliau untuk memastikan bahwa kondisi ini akan dikoordinasikan kembali agar dapat terus bekerja sama secara konstruktif di masa depan," tuturnya.
Informasi yang disampaikan Galeri Nasional ini berbeda dengan apa yang disampaikan Yos Suprapto. Dia menyatakan bahwa pameran tunggalnya dibatalkan setelah pihak Galeri Nasional melalui kuratornya bersikeras tidak mau menampilkan 5 karya lukisan yang oleh netizen disebut mirip Jokowi. Kuratornya tegas menolak karena dianggap tidak sesuai tema dan terlalu vulgar.
Yos Suprapto sama sekali tidak setuju jika karya lukisannya yang telah disiapkan selama satu tahun belakangan ini dianggap tidak sesuai dengan tema. Dia justru menganggap 5 lukisan tersebut melengkapi narasi dan latar belakang dari 25 lukisannya yang lainnya.
Dari pada kehilangan keutuhan narasi atas pesan yang hendak disampaikan, Yos Suprapto lebih memilih membatalkan pameran tunggalnya dan mau membawa pulang karya-karyanya tersebut ke Jogjakarta.
"Saya tidak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan,” kata Yos Suprapto kecewa.