JawaPos.com - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menyampaikan kesiapannya menghadapi momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 atau libur Nataru. Mulai dari kesiapan personel hingga mengantisipasi kondisi cuaca buruk.
"Posko yang ada di Angkasa Pura Indonesia terletak di Terminal 1B untuk monitoring kegiatan pelayanan di seluruh bandara. Jadi tahun ini operasionalisasi kami ada di 37 bandara. Jadi dengn bergabungnya AP 1 dan AP 2 ini adalah titik pertama kali proses kesiapan Nataru," kata Wendo dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (17/12).
"Kesiapan bandara sendiri, personel kita total akan diturunkan 15.939 personel. Ini menjadi cukup besar ya, karena sizingnya juga 37 bandara," sambungnya.
Dia merinci, total personel itu terdiri dari 12.151 orang dari internal. Sedangkan sisanya sekitar 3.788 personel berasal dari eksternal, mulai dari petugs BMKG, TNI, Polri, dan kemudian ada teman-teman dari imigrasi, Bea Cukai, Badan karantina.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah fasilitas yang memastika keselamatan, keamanan, fasilitas dari sisi udara, pendaratan, juga fasilitas pelayanan.
"Insya Allah dipastikan semuanya sudah siap memberikan layanan yang terbaik kepada pengguna jasa kami," jelasnya.
Tak lupa, Injourney Airports juga akan menyiapkan fasilitas untuk mengantisipasi kondisi irregularities atau kondisi yang tidak normal. Mulai dari cuaca buruk hingga kondisi kahar.
"Jadi kita ketahui bahwa saat ini memang cuaca berpotensi buruk. Informasi dari BMKG, kalau kita lihat di petanya ini banyak yang merah," jelas Wendo.
Pastikan kesiapan suplai listrik hingga kepadatan penumpang
Pihaknya juga memastika kondisi suplai listrik yang di 37 bandara selama periode Nataru. Bahkan, sudah disiapkan pula jika terjadi kondisi emergensi, antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban hingga kepadatan penumpang.
Hal ini disiapkan sebagai antisipasi dampak permintaan extra flight dari sejumlah maskapai hingga potensi terjadinya delay early imbas kondisi cuaca.
"Dengan adanya extra flight, walaupun sudah kita atur, kemungkinan dengan kondisi cuaca akan ada terjadi delay early. Nah ini sudah kita antisipasi dengan satu prosedur, kemudian juga kontijensi plan terkait dengan kondisi yang sifatnya disaster ya, bencana alam. Ini sudah menjadi satu regulasi ataupun protap yang kita tetapkan di dalam airport disaster management plan," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan 3,9 juta penumpang pesawat udara selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025, dengan penumpang domestik mencapai 3 juta orang dan 864 ribu penumpang internasional. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan dengan Nataru tahun lalu. (*)