JawaPos.com-Banjir bandang di Sukabumi dipastikan akibat pendangkalan sungai. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berupaya melakukan pengerukan terhadap sejumlah sungai di Sukabumi. 12 alat berat dikerahkan menormalkan berbagai sungai.
Dalam kunjungannya ke Sukabumi, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menuturkan bahwa Hari ini (7/12) memang sengaja ke Sukabumi mempercepat mengatasi dampak bencana banjir dan tanah longsor. "Sejak hari pertama ditangani Kementerian PU melalui balai-balai. Ini ada dua bencana ya, yaitu banjir dan longsor," terangnya.
Untuk banjir tadi ditinjau di sungai Cipelabuhan. Nah, Cipelabuhan itu ternyata terjadi pendangkalan dari sedimentasi. Pendangkalan sangat parah yang membuat sungai menjadi sangat dangkal. "Sehingga teman-teman dari BWS Sumber Daya Air ini melakukan pengerukan terhadap sungai," urainya.
Dia mengatakan, berbagai kementerian dan lembaga bekerjasama untuk mengeruk sungai. Total terdapat 12 alat berat atau eskavator yang dikerahkan mengeruk sungai di Sukabumi.
"Kami ada dua eskavator dari tanggal 4 Desember hibgga 6 Desember, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) itu ada eskavator yang 1 yang besar dan ada 2 yang kecil. Tapi dari provinsi juga ada alat juga. Ada 2 juga yang dari provinsi. Dari kabupaten atau kota juga lakukan pengerukan di sungai-sungai. Ada 5 sungai, Cikaso, Pelabuhan, Cimandiri, Cidolok, dan Ciletuh. Ini yang harus terus dilakukan," paparnya.
Menurutnya, pengerukan sungai penting untuk memastikan bahwa air tidak meluap ke pemukiman penduduk. Dengan pengwrukan potensi banjir akan berkurang. "Ini perlu dipahami semua," jelasnya.
Sebelumnya Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menemukan terjadinya hutan gundul tepat di atas tanah longsor di Jalan Pelabuhan Ratu. Karena itu diduga tanah longsor yang terjadi diduga akumulasi dari hutan gundul dan hujan dengan intensitas tinggi.
Pantauan Jawa Pos, di Jalan Akses Pelabuhan Ratu hanya dalam radius sekitar 500 meter terdapat tiga titik longsor yang berbeda. Salah satu titik dengan tingkat kelongsoran paling parah tampak terdapat hutan gundul. Tampak potongan pohon tersisa yang begitu banyak.
Wamen PU Diana menjelaskan, bisa langsung dilihat di atas tanah longsor itu hutannya sudah gundul. Belum diketahui di atas sana menjadi sawah atau justru kepentingan lainnya. "Yang pasti ini lahan Perhutani," urainya. (*)