
DAMPAK LINGKUNGAN: Saat bersihkan pantai, Trash Hero Indonesia sering temui sampah kemasan produk yang tak bisa didaur ulang. (INSTAGRAM: TRASH HERO INDONESIA)
SETIAP hari, sampah terus menumpuk di sungai, pantai, dan tempat-tempat umum di berbagai kota. Kondisi kritis itu memunculkan pahlawan-pahlawan yang peduli lingkungan. Mereka tergabung dalam Trash Hero Indonesia.
Hadir dengan semangat besar sejak 2015, kini ada 47chapter aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. ”Bagi Trash Hero, aksi bersih-bersih hanyalah langkah awal untuk menjaga lingkungan. Namun, solusi jangka panjang berada pada level produksi,” ujar Country Coordinator Trash Hero Indonesia Rima Agustina.
Trash Hero berupaya menyebarkan pemahaman bahwa para produsen harus bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. ”Salah satu penyebab utama adalah sampah dari kemasan plastik sekali pakai yang diproduksi perusahaan besar, tanpa diikuti tanggung jawab terhadap dampak lingkungan,” urainya.
Banyak sampah yang ditemukan merupakan kemasan produk yang sering kali tidak bisa didaur ulang. Kebijakan extended producer responsibility (EPR), yang menuntut produsen bertanggung jawab terhadap limbah produk mereka, masih lemah penerapannya.
Trash Hero Indonesia dimulai di Bali. Sebagai salah satu destinasi wisata utama, volume sampah meningkat seiring kedatangan wisatawan, tetapi fasilitas pengelolaan sampah belum memadai. ”Pantai-pantai populer, misalnya Kuta, sering dipenuhi sampah,” paparnya. Pada 2020, Trash Hero melakukan audit dan menemukan sebagian besar sampah berasal dari pulau-pulau lain di Indonesia. Bahkan, dari luar negeri. Sampah terbawa arus laut dan terdampar di pantai.
Dalam beberapa tahun terakhir, Trash Hero mencapai raihan positif. Antara lain, mengumpulkan ratusan ton sampah dan mengedukasi ribuan orang terkait pentingnya gaya hidup minim sampah. Salah satu inovasi komunitas itu adalah jaringan ”refill station” atau titik pengisian ulang air minum, yang kini tersedia di berbagai lokasi umum.
”Program ini memudahkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Selain itu, ada Kids Program yang berfokus pada generasi muda, mengajarkan pentingnya menggunakan barang-barang daur ulang,” tuturnya. (idr/c7/nor)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
