
USUNG TEKNOLOGI MODERN: Tampil sebagai kapal perang canggih, Frigate Merah Putih ke-2 ini dilengkapi dengan sistem manajemen tempur tangguh.
JawaPos.com - PT PAL Indonesia terus berinovasi untuk menunjang pertahanan nasional. Terbukti, hari ini (15/11) diselenggarakan seremoni keel laying kapal Frigate Merah Putih ke-2. Kapal perang untuk meningkatkan kemampuan tempur TNI Angkatan Laut.
Seremoni keel laying kapal Frigate Merah Putih ke-2 dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Steverly C. Parengkuan.
Bertempat di fasilitas produksi kapal selam PT PAL Indonesia, agenda tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI-AL, Direktur Produksi PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro, jajaran direksi PT PAL Indonesia, dan Komisaris Independen PT PAL Indonesia Cut Meutia Adrina, serta manajemen perusahaan dan Komandan Satuan Pengawas (Satgas) Kapal Frigate Merah Putih.
Sebelumnya, first steel cutting kapal Frigate Merah Putih ke-2 dilangsungkan pada 5 Juni 2024. Satriyo Bintoro mengatakan, keel laying kapal Frigate Merah Putih ke-2 tersebut merupakan komitmen PT PAL Indonesia dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan industri pertahanan nasional.
Tahap keel laying dengan ditandai peletakan lunas kapal merupakan momen penting sebagai permulaan perhitungan usia kapal. ’’Progres positif ini mencerminkan dedikasi kami untuk menyediakan alutsista berteknologi modern demi menjaga kedaulatan dan pertahanan negara,” jelas Satriyo Bintoro.
Kapal Frigate Merah Putih ke-2 ini merupakan sistership Frigate Merah Putih 1. Tampil sebagai kapal perang canggih, kapal tersebut juga mengusung teknologi modern yang dilengkapi dengan sistem manajemen tempur tangguh.
Pembangunan Frigate Merah Putih tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan alutsista nasional, tetapi juga bertujuan menciptakan industri pertahanan nasional yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global. Terlebih, Indonesia semakin dituntut untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan Nusantara. Hal itu sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Penguatan sektor pertahanan tersebut juga turut memberikan dampak atau multiplier effect kepada sejumlah sektor penting lain, termasuk ekonomi. Terjadi serapan tenaga kerja yang tinggi dan pemanfaatan potensi SDM lokal. Otomatis, ekonomi bakal terdongkrak.
’’Dengan berlangsungnya seremoni ini, PT PAL Indonesia semakin menunjukkan perannya sebagai pionir industri pertahanan nasional bidang maritim yang mampu beradaptasi dengan dinamika global serta mendukung terwujudnya TNI yang kuat dengan alutsista modern,” ungkap Satriyo Bintoro.
Satriyo Bintoro menambahkan, Presiden Prabowo memberikan dukungan penuh dan komitmen kuat untuk memajukan industri pertahanan nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan pemberian order besar, pemberian PMN, dan dukungan kebijakan industri pertahanan.
Adanya order tersebut juga membuat kemampuan PT PAL Indonesia dalam membuat kapal perang canggih makin berkembang. ’’Ini akan memberikan pengalaman pembangunan ke produk berikutnya. Sehingga kualitas dalam pembuatan kapal terus meningkat dan berkualitas,” pungkas Satriyo Bintoro. (ree/c17/xav)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
