
Petugas kepolisian di Yahukimo menyelidiki serangan OTK yang menyebabkan Brigadir Polisi Fredi Lukas Awes gugur pada Senin malam (20/7). (Polri)
JawaPos.com - Aksi kekerasan melibatkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali terjadi. Kali ini kabar itu beredar di media sosial (medsos). Kelompok bersenjata itu diduga mengeroyok seorang pemuda dengan alasan menjadi mata-mata petugas keamanan.
Informasi tersebut diunggah oleh akun @info_papua.pegunungan, dalam unggahannya, akun tersebut menyatakan peristiwa pengeroyokan terjadi pada Rabu (22/7) sekitar pukul 15.00 WIT. Korban diduga merupakan seorang warga dari Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
”Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga dikeroyok oleh sekelompok orang yang dikaitkan dengan TPNPB-OPM setelah dituduh sebagai mata-mata atau informan aparat keamanan. Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami luka-luka,” tulis akun tersebut.
Saat dikonfirmasi terkait dengan peristiwa itu, Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna menyampaikan bahwa pihaknya masih mencari tahu dan mendalami informasi tersebut. Sehingga dia belum bisa memastikan kebenarannya.
”Masih dalam proses penyelidikan (kabar yang ramai di medsos itu) ya,” kata dia pada Jumat (24/7).
Sejauh ini, TNI baru mengkonfirmasi peristiwa pembunuhan yang dilakukan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Peristiwa tersebut juga beredar luas di medsos. Tampak beberapa orang yang diduga anggota TPNPB-OPM mengeksekusi 3 orang warga sipil. Dari 3 korban itu, 2 diantaranya merupakan perempuan. Mereka ditembak dari jarak dekat hingga tewas di tempat.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto menyampaikan bahwa pihaknya mengecam tindakan yang dilakukan oleh OPM tersebut. Saat ini, aparat gabungan masih melakukan proses evakuasi sekaligus pendalaman untuk memastikan seluruh kronologi kejadian dalam peristiwa tersebut.
”Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras kekejaman OPM terhadap warga sipil tak bersenjata. Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Kepada seluruh masyarakat di Papua, dia mengimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan di lingkungan sekitar. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Papua.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
