
Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin di International Conference on Religious Moderation (ICROM) 2024 di Jakarta (5/11) malam. (Foto: Humas Kemenag)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia prihatin terhadap perang berkepanjangan di Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina. Perang tersebut berdampak besar bagi situasi global. Indonesia menawarkan moderasi beragama untuk mengatasi konflik berkepanjangan itu.
Peran moderasi beragama sebagai solusi persoalan global, termasuk peperangan itu, dikupas dalam International Conference on Religious Moderation (ICROM) 2024 di Jakarta pada Selasa (5/11) malam.
Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menegaskan moderasi beragama telah menjadi solusi terhadap berbagai tantangan kemanusiaan, baik di tingkat nasional, regional, maupun global.
Moderasi beragama juga berperan dalam mengatasi masalah global seperti ketimpangan sosial, perubahan iklim, serta konflik-konflik internasional yang terus berlanjut. "Seperti yang terlihat dalam ketegangan Israel-Palestina dan perang Rusia-Ukraina," kata Kamaruddin.
Guru besar UIN Alauddin Makassar itu mengungkapkan, dalam kurun empat tahun ke belakang, Kemenag telah merumuskan konsep moderasi beragama. Konsep ini dirumuskan dengan nilai-nilai yang mencakup semangat nasionalisme, anti-kekerasan, toleransi, dan perdamaian.
Dia meyakini bahwa moderasi beragama merupakan sebuah pendekatan yang dapat menyatukan berbagai elemen bangsa untuk mendorong kemajuan dan keharmonisan. "Konsep ini sudah diterapkan secara menyeluruh di Kemenag dan telah diintegrasikan ke dalam kebijakan-kebijakan kementerian dan lembaga pemerintah lainnya," ujar Kamaruddin.
Seiring waktu, pada 2024 moderasi beragama diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2023, yang mencakup kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia. "Inisiatif ini telah menjadikan moderasi beragama sebagai program unggulan, tidak hanya di Kemenag, tetapi juga di seluruh kementerian dan lembaga di Indonesia," jelasnya.
ICROM 2024 kali ini berfokus pada empat tema utama. Yakni, etika dan keadilan dalam moderasi beragama, moderasi beragama dan keamanan global, moderasi beragama dan pembangunan manusia, serta moderasi beragama dan tantangan lingkungan. Konferensi ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai dasar kerja sama religius dalam menghadapi isu-isu kritis keagamaan masa kini, serta merumuskan solusi-solusi untuk tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.
Selain itu, ICROM 2024 juga membuka ruang bagi para ahli, pembuat kebijakan, dan praktisi untuk berbagi temuan penelitian serta pengalaman praktis mereka selama acara berlangsung hingga 7 November 2024. "Acara ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang dapat menjadi solusi bagi masalah kemanusiaan, baik di Indonesia maupun secara global," tutur Kamaruddin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
