
ILUSTRASI BBM bersubsidi. (JawaPos.com)
JawaPos.com – Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana mengubah sebagian subsidi BBM dan LPG (elpiji) yang tidak tepat sasaran. Subsidi itu akan dialihkan menjadi subsidi angsuran rakyat untuk kepemilikan rumah.
Hal ini didasarkan pada rencana Prabowo yang akan membangun sebanyak 2 juta rumah per tahun di pedesaan pada masa jabatannya. Salah satu yang menjadi sasaran dalam proyek itu adalah pemilik tanah yang belum memiliki rumah.
"Ini kan programnya 3 juta rumah targetnya Prabowo. Nah, kalau yang kita lihat bahwa itu adalah 1 juta untuk perkotaan dan 2 juta untuk pedesaan sama pesisir. Itu pola pendekatannya kepada RTLH atau pemilik tanah yang belum memiliki rumah," kata Joko saat ditemui di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin (28/10).
"Kalau nggak salah nanti ada perubahan alokasi subsidi energi, seperti subsidi bensin, LPG. Itu kan saat ini kurang tepat sasaran. Ini mau ditransformasikan menjadi (subsidi) kepada rakyat langsung untuk membayar angsuran kepemilikan rumah pada saatnya," sambungnya.
Joko juga mengatakan, untuk mendukung program 2 juta rumah, pemerintah sendiri tidak akan mengeluarkan biaya pembangunan. Karena, lanjutnya, yang akan membangun adalah entitas bisnis. Seperti Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Koperasi, atau entitas baru lainnya.
Meski begitu, kata Joko, Pemerintah akan mentransformasikan anggaran subsidi BBM dan LPG sekitar Rp 256 triliunan yang tidak tepat sasaran untuk dialihkan menjadi bantuan angsuran rumah.
"Itu sebagian akan ditransformasikan kepada rakyat langsung dalam bentuk angsuran (rumah). Yang membangun swasta, negara enggak membangun. Yang membangun itu adalah entitas bisnis. Apakah itu developer, apakah itu bumdes, koperasi atau etintas baru," jelasnya.
Ia menyebut uang ratusan triliun yang dikeluarkan negara selama ini tidak tepat sasaran. Berdasarkan hitungannya, rata-rata, kata dia, subsidi itu justru banyak dinikmati orang mampu pemilik mobil, yang nilainya per unit bisa mencapai Rp 600 ribu–Rp 800 ribu.
Sehingga ke depan, kata Joko, anggaran itulah yang akan ditransformasi dan dialihkan untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo, yakni 3 juta rumah per tahun.
"Bayangkan kalau yang menerima (subsidi BBM) orang yang memiliki mobil. Itu rata-rata hitungannya, kalau satu mobil mencapai Rp 600–800 ribu, tapi itu yang mendapatkan orang mampu karena memiliki mobil. Itu (subsidi BBM) yang akan ditransformasikan," jelasnya.
"Sekali lagi, bukan anggaran baru. Tapi adalah transformasi, mengubah peruntukkan dari yang subsidi BBM menjadi subsidi angsuran rakyat untuk kepemilikan rumah," jelasnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut apakah rencana itu masih usulan atau sudah disepakati Prabowo, Joko hanya meminta untuk menunggu. "Desainnya yang saya dengar seperti itu. Kita tunggu," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
