Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Oktober 2024 | 17.59 WIB

Hari Santri 2024, Menag Nasaruddin Umar Sebut Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 Pengaruhi Perjuangan Bangsa pada 10 November 1945

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin Apel Hari Santri 2024 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (22/10/2024) pagi. (Humas Kemenag) - Image

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin Apel Hari Santri 2024 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (22/10/2024) pagi. (Humas Kemenag)

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta kepada kelompok santri agar peringatan Hari Santri 2024 diperingati sebagai bentuk perjuangan untuk bangsa. Sebab, pada masa lalu santri berjuang tanpa henti mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Nasaruddin mengatakan, sejarah mencatat kelompok bahwa santri adalah salah satu kelompok yang menggelorakan perlawanan kepada para penjajah. Para santri melawan penjajah tanpa rasa takut.

"Salah satu bukti perlawanan santri kepada penjajah adalah peristiwa resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 yang dimaklumatkan Hadratussyeikh KH Hasyim Asy'ari," kata Nasaruddin dalam Apel Puncak Hari Santri di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/10).

Dalam resolusi jihad itu Hasyim Asy'ari menekankan bahwa perang melawan penjajah hukumnya fardu ain atau harus dikerjakan oleh setiap orang islam baik itu laki-laki atau perempuan. Hal ini wajib bagi siapapun yang berada di radius 94 kilometer dari titik kedudukan musuh.

"Semenjak resolusi jihad dimaklumkan para santri dan masyarakat umum terbakar semangatnya untuk terus berjuang mempertahankan Indonesia. Mereka terus melakukan perlawanan kepada penjajah tanpa rasa takut hingga akhirnya pecah puncak perlawanan masyarakat Indonesia pada 10 November 1945 yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan," jelasnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menilai resolusi jihad 22 Oktober 1945 ini turut mempengaruhi perjuangan 10 November 1945. Sehingga kaum santri memiliki peran penting dalam sejarah bangsa.

"Peristiwa resolusi jihad 22 Oktober 1945 tidak bisa dipisahkan dari peristiwa 10 November 1945, tanpa adanya resolusinya jihad belum tentu terjadi peristiwa 10 November," pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore