
Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menjenguk cucu keenam dari putra bungsunya Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/10) malam. (Setpres)
JawaPos.com–Jelang pergantian kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto, mitra humas pemerintah bahas laporan perjalanan komunikasi Presiden Jokowi selama satu dekade terakhir.
Laporan itu menggambarkan bagaimana strategi komunikasi, serta visi aksi Jokowi berhasil membentuk hubungan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, sambil memanfaatkan pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis teknologi. Selama satu dekade terakhir, komunikasi Presiden Jokowi tidak hanya berfokus pada penyampaian kebijakan, tetapi juga membangun kedekatan dengan rakyat melalui media sosial.
”Presiden Jokowi telah menciptakan banyak praktik komunikasi yang efektif, terutama dalam memanfaatkan media sosial,” ujar Ani Natalia, pendiri Govcom.
”Keterlibatan rakyat semakin kuat, tetapi masih banyak tantangan yang harus diatasi,” imbuh dia.
Jojo S. Nugroho, Co-Founder Govcom dan mantan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI), menambahkan, laporan itu juga menyoroti tantangan dalam penggunaan buzzer dan influencer yang berlebihan. Meski efektif dalam menciptakan eksposure di media sosial, pendekatan itu sering tidak menjangkau masyarakat luas secara langsung, sehingga pesan pemerintah kurang menyentuh akar rumput.
”Banyak yang pengen bilang makasih, tapi takut dibilang buzzer. Ini menjadi dilema, padahal ada banyak prestasi Jokowi yang layak diapresiasi,” ucap Jojo S. Nugroho.
Selain refleksi atas komunikasi masa lalu, pihaknya memberikan rekomendasi strategis bagi presiden terpilih. Komunikasi di masa mendatang perlu lebih terstruktur, adaptif, dan responsif terhadap perubahan teknologi.
”Kami berharap publikasi ini bisa menjadi rujukan penting bagi tim komunikasi Presiden yang baru, pembuat kebijakan, dan para pemangku kepentingan untuk terus memperkuat komunikasi pemerintah,” ujar Ani Natalia.
Dia menambahkan, laporan itu menyuguhkan pandangan yang mendalam tentang bagaimana strategi komunikasi dapat lebih ditingkatkan di masa depan. Yakni dengan memanfaatkan teknologi baru serta menerapkan pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis data. Ini akan memastikan bahwa pemerintahan yang transparan dan partisipatif terus berkembang.
”Dengan dukungan dari para pakar komunikasi dan rekomendasi konkret, diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam menciptakan strategi komunikasi yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat,” ucap Ani.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
