Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya membeber Catatan Hari TNI yang dipublikasi persis satu hari menjelang HUT ke-79 TNI. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya membeberkan sejumlah temuan, yang menjadi catatan menjelang HUT ke-79 TNI besok (5/10). Temuan tersebut dia sampaikan dalam konferensi pers pada Jumat (4/10). Dalam kesempatan itu, KontraS meluncurkan Catatan Hari TNI.
Menurut Dimas, catatan tersebut disusun berdasar hasil pemantauan KontraS mulai Oktober 2023-September 2024. Baik pemantauan lewat advokasi maupun pemberitaan media massa lokal dan nasional. Dia menekankan bahwa catatan serupa juga rutin disampaikan oleh KontraS setiap menjelang peringatan hari jadi TNI.
”Catatan Hari TNI ini dipublikasikan sebagai upaya dalam berkontribusi bagi diskursus mengenai reformasi sektor keamanan di Indonesia,” kata dia.
Lewat Catatan Hari TNI tersebut, KontraS menyoroti berbagai peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh prajurit TNI selama satu tahun belakangan. Berdasar pantauan KontraS, sedikitnya ada 64 peristiwa kekerasan melibatkan prajurit TNI. Seluruhnya dilakukan kepada masyarakat sipil. Dimas pun merinci temuan itu.
”64 kasus tersebut terdiri antara lain 37 tindakan penganiayaan, sebelas tindak penyiksaan, sembilan kasus intimidasi, lima tindakan tidak manusiawi, tiga pengrusakan, satu kasus penculikan, dan satu kasus kejahatan seksual,” kata dia.
Dari total 64 peristiwa tersebut, lanjut Dimas muncul 75 orang luka-luka dan 18 orang meninggal dunia. Menurut dia itu menunjukkan bahwa masih ada prajurit TNI yang bertindak arogan saat bertugas. Sebab, salah satu motif umum di balik tindak kekerasan yang melibatkan prajurit TNI adalah persoalan sepele yang dinilai dapat diselesaikan tanpa kekerasan.
Dalam kesempatan terpisah, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menjadikan TNI semakin profesional. Salah satu tujuannya agar para prajurit TNI taat aturan. ”Tadi itu dengan prajurit yang profesional, kami harapkan tingkah laku prajurit semakin baik, karena diperlengkapi dengan baik, dilatih dengan baik,” kata dia.
Tidak hanya itu, Agus menyampaikan bahwa seluruh komandan satuan (dansat) TNI selalu diminta memberikan arahan kepada anak buah mereka agar mereka mengerti, paham, dan semakin taat kepada hukum. ”Dansat memberikan penyuluhan tentang hukum, tentang HAM, dan membentuk organisasi-organisasi yang tadinya tidak ada untuk kebaikan organisasi internal TNI,” imbuhnya.
-

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
