
BERI ARAHAN: Jokowi dan Prabowo Subianto tiba di Istana Negara IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Kamis (12/9). (ISTANA PRESIDEN/AFP)
JawaPos.com - Jumlah kementerian di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dipastikan bertambah. Namun, angka pastinya masih difinalisasi. Partai pendukung sudah menyerahkan daftar nama usulannya di kabinet.
Wakil Ketua Umum PKB Cucun Ahmad Syamsurizal mengatakan, jumlah kementerian bergantung pada keputusan Prabowo. Meskipun Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) telah membocorkan jumlahnya 44. ”Presidennya kan bukan Bamsoet. Nanti kita tunggu Pak Prabowo seperti apa,’’ ujarnya kemarin (14/9).
Cucun juga menjelaskan, jumlah kementerian akan melibatkan DPR, khususnya di badan anggaran (banggar). Pasalnya, jumlah kementerian bergantung pada ketersediaan anggaran.
Untuk sikap PKB, Cucun menilai wacana penambahan kementerian sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi presiden terpilih. Apalagi, Prabowo menghendaki sejumlah percepatan. Misalnya, mencapai swasembada dan lumbung pangan. ”Pasti akan ada pemisahan-pemisahan kementerian yang mempunyai kewenangan itu yang menggarap biar target cepat tercapai,’’ tuturnya.
Selama tujuannya baik, lanjut Cucun, PKB sebagai partai pendukung akan ikut. Sikap itu juga sudah disampaikan dalam rapat baleg.
PKB sendiri, sama seperti partai lainnya, sudah dimintai daftar nama-nama kader untuk masuk dalam kabinet mendatang. ”Ya, PKB yang diminta seperti itu. Kita kirim nama-nama,’’ kata politikus asal Jawa Barat itu.
Direktur Eksekutif Era Politik (Erapol) Indonesia Khafidlul Ulum menyoroti rencana Prabowo membentuk kabinet zaken atau kabinet yang diisi para ahli. Meski terkesan bagus, rencana itu sulit terwujud. ”Hanya gimmick politik semata,’’ ujarnya.
Analisis itu bukan tanpa alasan. Meski punya kader profesional, partai diyakini akan sulit untuk menyodorkan para ahli semua mengingat jumlahnya terbatas. Padahal, koalisi Prabowo sangat gemuk dengan partai. ”Para ahli juga banyak yang di luar partai," tuturnya.
Di sisi lain, partai yang mempunyai kader ahli tidak otomatis mengirim. Sebab, partai kerap menyodorkan elite atau senior. Oleh karena itu, Ulum menilai Prabowo tidak perlu menggembar-gemborkan kabinet zaken. ”Cukuplah mereka fokus membentuk kabinet yang efektif dan efisien yang bisa bekerja dengan baik,’’ ungkapnya.
Sementara itu, menjelang pelantikan dan finalisasi kabinet, Prabowo akan bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Direktur Eksekutif Sentral Politika Subiran mengatakan, pertemuan dua tokoh itu setidaknya akan membuka negosiasi untuk kepentingan politik pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.
”Sebab, karakter kepemimpinan Prabowo adalah merangkul semua kekuatan politik,’’ ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Minta kepada Menteri Kabinet Indonesia Maju Sampaikan Pencapaian Pemerintah kepada Publik
Kalaupun Megawati dan PDIP memutuskan tetap berada di luar pemerintahan, dia yakin Prabowo akan merelakan. Apalagi, dua tokoh yang sama-sama nasionalis itu punya karakter dan prinsip yang idealis.
Secara politik, kata Subiran, pertemuan kedua tokoh juga akan menjadi penyeimbang kekuatan politik lain. Sehingga internal KIM tidak menyandera pemerintahan Prabowo ke depan. (far/c6/dio)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
