
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (13/9). (Tangkapan Layar YouTube Setpres)
JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat (13/9).
Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk mendukung transisi pemerintahan agar berjalan efektif.
Menurut Jokowi, jika diperlukan membuat regulasi baru yang bisa memuluskan transisi pemerintahan, dapat segera dibuat. Khususnya untuk program unggulan presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Kita semua harus mendukung penuh program presiden terpilih, pastikan transisi pemerintahan berjalan efektif jika diperlukan regulasi baru. Jika diperlukan perumusan kebijakan yang harus segera dibuatkan, segera dibuatkan, segera diselesaikan. Utamanya untuk progaram-program unggulan presiden terpilih," kata Jokowi.
Jokowi menekankan, transisi pemerintahan penting agar program-program unggulan pemerintahan mendatang dapat segera berjalan efektif. "Agar setelah dilantik, pemerintahan baru bisa segera bekerja dan berlari kencang," ucap Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi juga meminta pada satu bulan terakhir masa tugasnya sebagai kepala negara agar para Menteri menyelesaikan program-program kerja utama yang belum terselesaikan.
"Segera tuntaskan di bulan terakhir ini program kerja utama yang sudah dimulai. Baik berkaitan dengan serapan, administrasi pertanggungjawaban, dan kendala yang belum terselesaikan," jelas Jokowi.
Dia juga meminta jajarannya untuk menjaga situasi keamaan agar tetap kondusif sampai peralihan masa kepemimpinan. Ia tak ingin ada gejolak sampai pelantikan pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024.
"Menjaga situasi yang kondusif, kita butuh stabilitas untuk tetap tumbuh. Kita butuh untuk melakukan pembangunan. Sehingga pastikan jangan sampai ada riak-riak, gejolak, sampai pemerintahan berikutnya terbentuk," tegas Jokowi.
"Artinya kita harus bisa menjaga daya beli masyarakat, jaga inflasi, jaga pertumbuhan, jaga keamanan, jaga ketertiban. Dan jangan membuat kebijakan-kebijakan yang ekstrem. Terutama yang berkaitan dalam hajat orang banyak, yang berpotensi merugikan masyarakat luas, yang berpotensi menimbulkan gejolak," imbuhnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
