Panser Anoa milik TNI AD yang sudah dilengkapi sistem senjata RCWS dilibatkan dalam pengamanan ajang internasional di Bali. (Respati Solusi Rekatama)
JawaPos.com - Pengamanan dua agenda internasional di Bali, High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia Africa Forum (IAF) 2024 melibatkan banyak alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.
Tidak hanya alutsista buatan luar negeri, alutsista produk dalam negeri alias buatan lokal juga turut serta dalam pengamanan agenda yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Salah satu alutsista karya anak bangsa yang dikirim ke Bali untuk turut serta dalam pengamanan HLF MSP dan IAF 2024 adalah Panser Anoa. Kendaraan tempur (ranpur) itu dibuat oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertahanan, PT Pindad. ”Generasi pertama kendaraan tempur dari PT Pindad yang memiliki keunggulan dalam mobilitas, proteksi, serta daya angkut,” demikian penjelasan PT Pindad mengenai Panser Anoa pada laman resmi mereka.
Tidak tampil polos, Panser Anoa yang dikirim oleh TNI ke Pulau Dewata sudah dilengkapi dengan sistem kendali tembak yang lengkap bernama Remote Controlled Weapon Station (RCWS). Serupa dengan Panser Anoa, sistem persenjataan itu juga dibuat oleh industri pertahanan dalam negeri. Yakni PT Respati Solusi Rekatama. Sistem senjata tersebut dipasang oleh TNI AD pada Panser Anoa yang mereka tugaskan dalam pengamanan HLF MSP dan IAF 2024.
Berdasar data dari PT Respati Solusi Rekatama, sistem senjata itu memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya penembak terlindungi badan ranpur. Selain itu, penembakan bisa dilakukan dengan tepat di segala kondisi. “Kami bangga produk kami bisa ikut serta dalam acara dengan skala internasional seperti ini. Ini bukti bahwa anak bangsa bisa berkontribusi aktif dalam bidang pertahanan dan keamanan,” kata Direktur Utama PT Respati Solusi Rekatama Dhita Yudhistira saat dikonfirmasi pada Rabu (4/9).
Dhita merasa bangga lantaran produk dalam negeri dipakai dalam pengamanan ajang internasional yang dihadiri oleh pemimpin negara-negara sahabat.
”Ini juga menjadi penyemangat bagi kami untuk berkarya mengejar kemandirian nasional khususnya di bidang alutsista,” tambah dia. RCWS yang dipasang sebagai sistem senjata Panser Anoa merupakan hasil pengembangan yang dilakukan bertahun-tahun oleh para pembuatnya. Kini TKDN-nya sudah mencapai 58,3 persen.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
