Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Agustus 2024 | 12.23 WIB

Gus Yahya Tegaskan Tidak Ada Motif Kudeta Muhaimin

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menggelar rapat virtual dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia (14/8). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menggelar rapat virtual dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia (14/8). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com–Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menggelar pertemuan virtual dengan pengurus PWNU dan PCNU seluruh Indonesia di Jakarta pada Rabu (14/8). Ada beberapa poin yang dia sampaikan. Di antaranya adalah tidak ada niat mengkudeta Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum PKB.

’’Kita bertemu ini karena perkembangan terkait isu atau wacana serta dinamika seputar hubungan NU dan PKB,’’ kata Gus Yahya dengan tampilan santai serta duduk di serambi rumah.

Ada dua isu utama yang Gus Yahya jelaskan dalam forum tersebut. Dia menekankan bahwa polemik hubungan PBNU dengan PKB bukan soal rebutan kekuasaan. Bukan pula soal rebutan kontrol.

’’Bukan soal mau mengambil alih kekuasaan atas PKB sebagai partai. Bukan soal itu semua,’’ tandas Gus Yahya.

Perkembangan hubungan PBNU dengan PKB itu, menurut Gus Yahya, adalah bagaimana NU melaksanakan tanggung jawab moralnya atas PKB. Tanggung jawab sebagai jamiyah NU. Jadi PBNU bertindak murni atas nama jamiyah. Bukan atas nama sekumpulan orang di PBNU saja.

Poin berikutnya yang dia klarifikasi adalah ramai-ramai hubungan PBNU dengan PKB bukan soal pribadi.

’’Ini bukan masalah Saifullah Yusuf (Sekjen PBNU) dengan Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB). Atau Yahya dengan Muhaimin. Bukan soal itu,’’ tutur Gus Yahya.

Dia meminta pengurus PWNU maupun PCNU bisa memahami persoalan itu dengan jernih. Tidak sampai rancu dalam komunikasi ke masyarakat. Jadi dia menegaskan perkembangan hubungan PBNU dengan PKB saat ini bukan masalah pribadi.

Begitupun ketiga Gus Ipul atau Gus Yahya, maupun pengurus PBNU lain menyampaikan pernyataan ke publik, itu mewakili PBNU secara kelembagaan. Pernyataannya adalah representasi dan ekspresi dari sikap PBNU sebagai lembaga. Gus Yahya mengatakan secara pribadi dia tidak punya masalah pribadi dengan orang-orang di PKB.

Dia lantas menyampaikan di Indonesia banyak berdiri partai politik. Namun satu-satunya partai yang didirikan jamiyah NU, bukan hanya PBNU, adalah PKB.

’’Bagaimana dulu ada Masyumi? Masyumi adalah partai yang didirikan hasil kesepakatan antara organisasi-organisasi Islam,’’ jelas Gus Yahya.

Jadi Masyumi bukan partai yang didirikan oleh jamiyah NU saja. Contoh hampir sama terjadi pada PPP. Gus Yahya mengatakan PPP adalah gabungan dari partai-partai Islam yang melebur jadi satu. Gus Yahya juga mengatakan beda cerita misalnya NU menjadi partai politik, maka NU-nya yang bergerak di ranah politik. Tetapi untuk PKB adalah partai yang dibentuk jamiyah NU.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore