Ilustrasi bendera Indonesia. (Pexels)
JawaPos.com–Merah putih sebagai bendera Indonesia simbol yang membawa kemerdekaan. Banyak keringat dan darah para pejuang di seluruh Indonesia dikorbankan demi mengibarkan bendera tersebut.
Warna merah dan putih memiliki makna. Dipetik dari situs web bpk.go.id, warna merah di bagian atas bendera melambangkan keberanian dan telah lama dikenal dalam berbagai mitologi dan sejarah Indonesia. Sementara itu, warna putih di bagian bawah bendera melambangkan kesucian. Warna putih di bendera adalah putih bersih tanpa ada gradasi.
Dilansir dari Kementerian Sekretariat Negara Indonesia dua kain merah dan putih yang diberikan dijahit dengan mesin jahit tangan setelah pengumuman bahwa janji kemerdekaan akan diberikan. Bendera tersebut kemudian dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Bendera merah putih menjadi sarana untuk memperkuat kesatuan negara.
Di berbagai negara bendera tidak diperlakukan sebagai pusaka. Pemerintah Indonesia memiliki beberapa aturan dan larangan dalam memperlakukan bendera.
Hal itu dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Dipetik dari bpk.go.id, ada aturan yang harus dipatuhi apabila ingin mengibarkan bendera merah putih.
Dari pasal 1 sampai 23, ada aturan bagaimana mengibarkan bendera di waktu atau keadaan tertentu. Selain di rumah-rumah, bendera merah putih juga dikibarkan di gedung pemerintahan, kendaraan presiden, sampai pertemuan resmi dengan negara lain.
Bendera juga bisa digunakan dalam kondisi berduka seperti kematian seorang tokoh penting. Bendera tersebut bisa dikibarkan setengah tiang atau digunakan sebagai penutup peti jenazah.
Pemasangan bendera ada aturannya. Terkait seberapa tinggi bendera dikibarkan, posisi bendera membujur ke sebelah mana, dan dinaikkan selama berapa hari untuk situasi tertentu.
Pada pasal 24, dituliskan serta larangan dalam memperlakukan bendera merah putih. Pertama, tidak boleh merusak, merobek, menginjak, membakar dengan maksud merendahkan kehormatan bendera merah putih.
Kedua, dilarang menggunakan bendera sebagai reklame atau keperluan iklan komersial. Ketiga, tidak boleh mengibarkan bendera yang sudah rusak, robek, kusut, luntur, atau kusam.
Keempat, tidak boleh mencetak, menyulam, apalagi menulis berbagai huruf, angka, gambar lain, di bendera merah putih. Terakhir, tidak boleh memperlakukan bendera sebagai benda biasa.
Dilarang melakukan hal-hal yang bisa menurunkan kehormatan bendera tersebut. Misalnya, menggunakan bendera untuk langit-langit, menutupi atap, atau sebagai pembungkus barang.
Pada Agustus, bendera merah putih dikibarkan di tiang rumah. Selain bendera utama, siapkan berbagai pernik-pernik merah putih lain untuk semakin menambah semarak kemerdekaan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
