
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy usai memenuhi panggilan PBNU di Jakarta, Rabu (31/7/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JawaPos.com – Eks Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy kembali dipolisikan terkait pernyatannya di kantor PBNU beberapa waktu lalu. Setelah DPP PKB melapor ke Bareskrim, kali ini laporan dibuat oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Jakarta Timur ke Polres Metro Jakarta Timur.
Laporan itu diterima oleh Polres Jakarta Timur dengan nomor: LP/B/2520/VIII/2024/SPKT/POLRES METRO JAKARTA TIMUR/POLDA METRO JAYA, tertanggal 8 Agustus 2024.
“Kami atas nama pengurus DPC PKB Jaktim sengaja melaporkan Lukman Edy atas penyebaran berita yang mengandung fitnah dan pencemaran nama baik kepada pengurus dan kader PKB yang diberitakan di beberapa media nasional dan beberapa media lainnya,” ujar Ketua DPC PKB Jakarta Timur, M. Fuadi Luthfi di Polres Jakarta Timur.
Jubir PKB Jakarta itu menyampaikan, ada sejumlah narasi utama yang disampaikan Lukman Edy yang dinilai tidak tepat. Bahkan narasi itu dianggap telah merendahkan marwah dan merusak citra PKB melalui media masa.
Pertama, Lukman Edy menyatakan bahwa partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tidak transparan dalam mengelola keuangan partai. Menurut Fuadi, Tuduhan ini tidak berdasar karena PKB merasa selama ini punya sistem pelaporan keuangan partai yang jelas.
Lukman Edy juga menuduh sepanjang usianya yang ke-26 tahun PKB telah kehilangan ruh perjuangan. PKB oleh Lukman Edy juga dituduh terjebak dalam kepemimpinan sentralistik. Selain itu, PKB dituduh semakin menjauh dari nilai yang diajarkan oleh Gus Dur.
“Lukman Edy menuduh PKB telah meniadakan peran ulama atau kiai di Dewan Syuro. Logikanya mana mungkin hal itu terjadi. Dalam setiap pengambilan keputusan apapun kita di kepengurusan selalu minta pertimbangan ke para kiai di dewan syuro,” jelas Fuadi.
Karena itu, Lukman Edy dianggap menyebar fitnah dan membuat kegaduhan. “Lukman Edy terlalu mencampuri urusan internal PKB, menyebar fitnah, sehingga membuat keruh dan gaduh,” ujar Fuadi.
Sebelumnya, Lukman Edy menilai laporan terhadap dirinya sudah direncanakan oleh internal PKB. Dia menilai tindakan ini sebagai serangan personal atas kritik yang disampaikan. "Mereka tidak terima dikritik," kata Lukman kepada JawaPos.com.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
