Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 19.56 WIB

Kemlu Siapkan Evakuasi WNI di Bangladesh, Setelah 1 WNI Tewas dalam Kerusuhan di Negara Itu  

menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/8). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati) - Image

menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/8). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

JawaPos.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyiapkan evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Bangladesh. Setelah seorang WNI meninggal dunia di sebuah hotel di Bangladesh yang terbakar pada Senin (5/8), saat kerusuhan.

Dalam pernyataan tertulis Kemlu RI, korban WNI berinisial DU itu meninggal akibat terlalu banyak menghirup asap, setelah hotel tempatnya menginap terbakar saat kerusuhan di Bangladesh.

Menlu retno Marsudi menyatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan keluarga korban. "Kemlu dan juga dengan duta besar kita di Dhaka terus melakukan komunikasi untuk bagaimana dapat melakukan evakuasi sebaik mungkin," kata Menlu dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/8) sebagaimana dilansir dari Antara.

Korban DU tiba di Bangladesh pada Kamis (1/8) untuk kunjungan bisnis. Selain menghubungi keluarga korban di Indonesia, Kemlu juga memfasilitasi repatriasi jenazahnya.

DU menjadi salah satu dari 73 korban tewas, termasuk 14 anggota kepolisian, dalam bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa di Dhaka dan kota-kota lain di Bangladesh.

Aksi unjuk rasa meningkat pekan lalu untuk memprotes kebijakan kuota PNS yang diterapkan pemerintah Bangladesh, menyusul bentrokan di Universitas Dhaka.

Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin pun membubarkan parlemen sebagai tanda berakhirnya era pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Hasina melarikan diri ke India setelah menghadapi demonstrasi besar-besaran menolak kuota PNS di negara itu.

Pihak Kepresidenan Bangladesh dalam sebuah pernyataan, Selasa (6/8), menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan sejumlah pihak. Seperti para kepala angkatan bersenjata, pemimpin partai politik, perwakilan masyarakat sipil, dan para pentolan gerakan protes yang dipimpin mahasiswa.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore