Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juli 2024 | 03.38 WIB

Menjawab Teka-Teki, Mana Lebih Dulu Ayam atau Telur?

Pedagang memilah sejumlah ekor ayam potong yang akan dibeli konsumen distributor kawasan Kalimalang, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pedagang memilah sejumlah ekor ayam potong yang akan dibeli konsumen distributor kawasan Kalimalang, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Baru-baru ini, jagat sosial media digemparkan oleh perdebatan yang berujung penikaman. Seorang Pria di Muna, Sulawesi Tenggara tega membunuh temannya karena perdebatan yang sepele. Korban dan pelaku terlibat dengan tebak-tebakan lebih dulu mana? ayam atau telur?.

Dilansir dari beberapa sumber, penikaman brutal itu terjadi di Jalan Poros Raha-Lakapera Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Muna pada Rabu, 24 Juli sekitar pukul 17.00 Wita. Korban tewas ditikam berkali-kali oleh pelaku dengan menggunakan badik.

Tentunya pembaca juga tidak familiar dengan pertanyaan “lebih dulu ada, ayam atau telur?” pertanyaan ini akan melahirkan perdebatan menarik yang meliputi konteks filosofis, kosmologis, ilmiah, dan agama. Para ahli biologi menganggap pertanyaan itu sebagai pertanyaan yang brilian. 

Lebih dulu ayam atau telur?

 Dikutip dari Live Science, Senin (29/08/2024) sebagian besar ahli biologi mengatakan dengan tegas bahwa telur datang lebih dulu. Jika kita mengikuti teori evolusioner, telur datang lebih dahulu. Karena organisme lain seperti reptil telah menghasilkan telur jauh, sebelum ayam modern berevolusi. Dengan kata lain, telur telah ada jauh sebelum munculnya ayam.

Namun, jika kita lihat dalam perspektif kosmologis akan lebih rumit. Semua agama memiliki pandangannya masing-masing mengenai asal-usul kehidupan. Gus Baha, ulama asal rembang menuturkan bahwa “Pertanyaannya begini kalau menurut tauhid, ketika lazim kalau telur itu nanti suatu saat jadi ayam, terus ayam kemudian lazim mengeluarkan telur ketika Anda mengatakan mungkin, kontribusi Anda terhadap kemungkinan itu apa?" ujarnya. 

Ada juga beberapa pendapat yang menyatakan bahwa ayam lebih dulu ada. Ayam (Gallus gallus domesticus) kemungkinan berevolusi dari subspesies ayam hutan merah (Gallus gallus) yang hidup sekitar 50 juta tahun yang lalu. Pada beberapa titik selama proses domestikasi, nenek moyang terakhir dari ayam modern akan bertelur yang mengandung embrio dengan perbedaan genetik yang cukup untuk membuatnya berbeda dari spesies induknya.

Discovery Science menyebutkan bahwa ayamlah yang pertama kali ada. Ini karena telur membutuhkan struktur berupa protein tertentu yang hanya dapat diproduksi oleh ayam betina. Dengan demikian maka tidak mungkin telur ada lebih dulu karena mereka butuh protein khusus yang hanya ditemukan di ovarium ayam betina.

Embrio ayam yang baru akan berkembang dalam telur yang bukan ayam sebelum akhirnya menetas. Setelah mencapai usia dewasa, baru ia akan bertelur ayam pertama yang layak. Dengan cara seperti itu, ayam bisa dikatakan mendahului telur ayam.

Menurut pandangan filosofis, pertanyaan ini tidak akan ada akhirnya, karena dianggap paradoks. Pertanyaan “ayam atau telur?” menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang memuaskan, dan keduanya saling bergantung satu sama lain.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore